MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Jakarta

KPK Juga Dalami Dugaan Jual Beli Jabatan Eselon III dan IV

0 1.285

MURIANEWS.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mengusut dugaan jual beli jabatan eselon II (setara kepala dinas) di Pemkab Kudus dengan tersangka Bupati M Tamzil. Tak hanya itu, kini KPK juga mengarahkan penyelidikan ke dugaan lelang jabatan untuk eselon lain.

Terlebih KPK juga menyebut mendapat informasi adanya dugaan jual beli jabatan juga terjadi pada eselon III dan IV (setara kabid dan kasi).

“Ada dugaan tak hanya satu peristiwa saja, sangat memungkinkan ada beberapa lagi yang memberikan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.

Argumen KPK dikuatkan dengan beberapa fakta di lapangan. Di mana hasil temuan KPK beberapa jabatan sekelas eselon II masih dipegang Plt (pelaksan tugas). Padahal, seleksi untuk mengisi slot jabatan sekelas kepala dinas tersebut telah berlangsung lama.

“Padahal sudah ada calon yang telah lulus ujian dengan predikat tertinggi. Tapi hingga sekarang belum mendapat jabatan,” ujarnya.

Tak hanya itu, ditengarai modus yang digunakan untuk jual beli jabatan ini memang dengan sengaja membuat pejabat-pejabat tertentu terus-terusan hanya menjadi Plt.

“Ada beberapa yang terus jadi Plt. Ini yang kita kembangkan. Tim masih di lapangan, akan dilakukan lidik lagi siapa saja yang sudah memberikan (suap). Ada juga eselon III dan IV (yang lagi diselidiki),” terangnya.

Dalam kasus ini sendiri, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiga tersangka yakni Bupati Kudus HM Tamzil, Staf Khusus Agus Suranto, dan Sekretaris Dinas DPPKAD Akhmad Sofyan.

Baca: Tamzil Sangkal Terima Suap: “Saya Tak Pegang Uangnya”

Mereka dijadikan tersangka atas dugaan sebagai pemberi dan penerima suap. Total ada Rp 170 juta yang diamankan dalam OTT. Uang itu diduga sebagai bagian suap.

Sedang empat orang lainnya yang sempat dibawa ke Kantor KPK, yakni Subhkan staf BPPKAD, Norman dan Uka Wisnu yang merupakan ajudan Bupati Kudus, serta Plt Kepala Dinas BKPP Catur Widyatmo masih berstatus sebagai saksi.

Sebelumnya, uang sebesar Rp 170 juta berhasil disita KPK saat OTT di lingkungan Pendapa, Jumat (26/7/2019). Uang itu, diduga merupakan pemberian Akhmad Sofyan. Sofyan sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.