MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Jakarta

2 Kali Tertangkap Korupsi, Tamzil dan Agus Kroto Terancam Setara Hukuman Mati

0 2.462

MURIANEWS.com, Jakarta – Bupati Kudus HM Tamzil bersama Staf Khususnya Agus Suranto (Agus Kroto) terancam hukuman setara dengan hukuman mati. Pasalnya kedua orang penting di Kota Kretek tersebut telah dua kali tertangkap atas tindak pidana korupsi.

“Sangat dimungkinkan ada hukuman khusus untuk mereka. Tadi juga dibicarakan dalam ekspos (gelar kasus),” ucap Wakil Ketua KPK, Basariya Panjaitan dalam konfrensi pers di ruang pers KPK, Sabtu (27/7/2019) siang.

Hanya, semua keputusan tentu belum pasti. Mengingat pemeriksaan hingga kini masih terus berlangsung.

“Bisa nanti hukumannya sampai setara hukuman mati. Tapi itu nanti, masih pengembangan belum diputuskan,” ujarnya.

Sederet saksi juga akan dihadirkan dalam pengembangan kedepannya. Sejauh ini, 7 orang termasuk tersangka digelandang ke KPK karena diduga terlibat kasus pemberian reward pengisian jabatan.

Seperti diketahui, pada pertengahan tahun 2014, Tamzil terseret kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004, saat ia masih menjabat sebagai Bupati Kudus.

Pada tanggal 29 September 2014, di Pengadilan Tipikor Semarang, Tamzil divonis penjara selama 22 bulan karena terbukti merugikan negara sebanyak Rp 2,8 miliar.

Tamzil pun harus menjalani hukuman selama 22 bulan di LP Kedungpane, Semarang. Ia juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta atau setara dengan tiga bulan penjara. “MTZ pernah tersandung kasus tersebut,” katanya.

Sedang Agus Suranto alias Agus Kroto pernah tersandung kasus penyelewengan Dana Bantuan Sosial tahun 2011. Dengan kerugian mencapai mencapai Rp 654 juta. Saat itu, dia menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Ia divonis 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Dengan kerugian negara mencapai Rp 654 juta. “ATO juga pernah berurusan dengan KPK. Ini yang kedua kalinya,” terangnya.

Tamzil dan Agus akan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedang Akhmad Sofyan, Sekretaris BPPKAD yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kudus akan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.