Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laporan Langsung dari Jakarta

KPK Segera Tentukan Nasib Bupati Kudus CS yang Terjaring OTT

0 937

MURIANEWS.com, Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Kudus M Tamzil, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kudus, Jumat (26/7/2029).

Hari ini, KPK akan menentukan nasib Tamzil. Apakah akan lanjut dijadikan tersangka, atau dilepas. Yang jelas, hingga pukul 11.00 WIB, Tamzil tengah dicecar penyidik di ruang khusus di lantai 3 Gedung KPK Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK mempunyai waktu 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum Tamzil.

“Kami akan segera tentukan status orang-orang yang diamankan,” kata Febri, Jumat (27/7/2019).

Ia memastikan dalam operasi yang digelar di Kudus kemarin, ada 9 orang yang diamankan. Barang bukti yang diamankan juga tedapat uang tunai sebesar Rp 200 juta yang diduga digunakan sebagai uang suap.

“Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Tapi kami menduga ada pemberian (suap) sebelumnya,” ujarnya.

Ia menyatakan, indikasi awal uang suap tersebut digunakan untuk lelang jabatan, terutama jabatan kepala dinas. Terlebih saat ini menurut dia, pihaknya menemukan ada sejumlah jabatan kepala dinas di lingkup Pemkab Kudus yang masih kosong.

Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Tamzil dan satu orang lagi diperiksa KPK di Mapolda Jateng. Sementara sisanya di Mapolres Kudus.

Febri juga menyebut KPK sangat menyayangkan adanya dugaan praktik suap dalam lelang jabatan ini. Apalagi menurutnya, dua dari 9 orang yang ditangkap saat OTT merupakan residivis kasus korupsi.

“Yang kami sesalkan memang dari 9 yang ditangkap ada terpidana kasus korupsi sebelumnya. Tentu ini akan jadi pertimbangan,” terangnya.

Seperti diketahui, pada pertengahan tahun 2014, Tamzil terseret kasus korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus tahun 2004, saat ia masih menjabat sebagai Bupati Kudus.

Pada tanggal 29 September 2014, di Pengadilan Tipikor Semarang, Tamzil divonis penjara selama 22 bulan karena terbukti merugikan negara sebanyak Rp 2,8 miliar.

Tamzil pun harus menjalani hukuman selama 22 bulan di LP Kedungpane, Semarang. Ia juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta atau setara dengan tiga bulan penjara.

Baca juga: 

Sementara Agus Soeranto atau Agus Kroto pada 24 Maret 2016 dihukum 16 bulan oleh Pengadilan Tipikor Semarang atas kasus korupsi penyaluran dana bansos Pemprov Jateng tahun 2011 dengan kerugian negara mencapai Rp 1,032 miliar. Ia juga ditahan di LP Kedungpane Semarang.

Setelah bebas, Agus Kroto ditunjuk sebagai staf khusus Bupati Kudus, setelah Tamzil terpilih dalam Pilkada Kudus. Keduanya sebelumnya sudah saling mengenal saat sama-sama menjadi pejabat di Pemprov Jateng.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.