Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Calon Kades di eks-Kawedanan Blora Dukung Penyelenggaraan Pilkades Damai

0 122

MURIANEWS.com, Blora – Ratusan calon kades di eks-Kawedanan Blora mengikuti acara deklarasi atau ikrar damai untuk pelaksanaan Pilkades serentak di pendapa kantor Kecamatan Jepon, Rabu (24/7/2019). Ratusan calon kades yang mengikuti deklarasi ini berasal dari 80 desa di lima Kecamatan di eks-Kawedanan Blora.

Lima kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Blora 16 Desa, Kecamatan Jepon 22 Desa, Kecamatan Bogorejo 13 Desa, Kecamatan Tunjungan 13 Desa, dan Kecamatan Banjarejo 16 Desa. Hanya, jumlah keseluruhan desa yang menggelar Pilkades di Kabupaten Blora mencapai 241 desa dan dijadwalkan akan digelar pada 4 Agustus 2019 mendatang.

Selain para calon kades, deklarasi juga diikuti jajaran Forkopimcam di 5 Kecamatan. Kemudian, hadir pula Babinsa, Bhabinkamtibmas, Panitia Pilkades dan Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) se eks-Kawedanan Blora.

Acara ikrar damai dipimpin langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho. Ikut hadir mendampingi bupati, jajaran Forkompinda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan.

Kepala Dinas PMD Blora Hariyanto menyatakan, deklarasi damai Pilkades dilaksanakan secara bergantian di tingkat eks-Kawedanan. Setelah pelaksanaan di eks-Kawedanan Blora, deklarasi damai berikutnya akan diselenggarakan di eks-Kawedanan Cepu yang akan dilangsungkan di pendapa kantor Kecamatan Kedungtuban, Kamis (25/7/2019).

Berikutnya, di eks-Kawedanan Ngawen yang akan dilangsungkan di pendapa kantor Kecamatan Ngawen, Jumat (26/7/2019). Terakhir, deklarasi damai dilangsungkan untuk eks-Kawedanan Randublatung di pendapa kantor Kecamatan Randublatung, Senin (29/7/2019) mendatang.

“Dengan adanya deklarasi damai ini, kami berharap pelaksanaan Pilkades serentak pada tanggal 4 Agustus 2019 bisa berjalan lancar, aman dan damai, serta menghasilkan kades yang berkualitas sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan Pilkades mempunyai potensi gangguan keamanan yang tinggi karena sekup wilayahnya sempit. Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh calon Kades bisa berkomitmen menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah selama tahapan Pilkades serentak berlangsung.

“Jangan sampai padu atau bertengkar dengan tetangga dan saudara sendiri gara-gara beda pilihan. Pada dasarnya, seluruh pemilihan itu ada yang menang dan ada yang kalah. Semuanya harus siap menang dan siap kalah. Pileg dan Pilpres di Blora berjalan lancar, maka Pilkades serentak juga harus bisa lancar, aman dan kondusif,” tegasnya.

Terkait adanya 3 desa yang gagal mengikuti Pilkades serentak karena para calon kadesnya mundur dan menyisakan calon tunggal, Djoko menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Untuk Desa Dringo di Kecamatan Todanan, Desa Biting di Kecamatan Sambong dan Desa Banjarejo di Kecamatan Banjarejo, akan kita evaluasi. Bagaimana sebenarnya kok bisa gagal ikut Pilkades serentak gara-gara calonnya mundur. Jika itu disengaja untuk menggagalkan Pilkades, maka calon yang mundur itu akan kita beri sanksi tegas agar kedepan tidak bisa ikut Pilkades lagi untuk selamanya,” cetusnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.