Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dinas Perdagangan Targetkan 2021 Kudus Jadi Kota Tertib Ukur

MURIANEWS.com, Kudus – Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Kudus tengah mencanangkan Kota Kretek sebagai kota tertib ukur pada tahun  2021 mendatang. Apalagi, Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan izin tentang kemampuan tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP)

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Pasar, Andy Imam Santoso mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya akan melakukan perbaikan di beberapa hal. Salah satunya terkait petugas pengukur timbangan (Penera) yang saat ini masih dipegang pihak ketiga.

“Sebelumnya, urusan penera dipegang oleh pihak ketiga asal Pati. Kita akan coba supaya dari Kudus saja,” katanya, Selasa (23/7/2019).

Hanya, beberapa kendala harus diselesikan terlebih dahulu. Kendala meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Dari segi internal, Kudus hanya memiliki dua penera saja.  Sementara petugas yang memperbaiki timbangan (reparator) hingga kini juga belum terisi.

“Saat ini kami masih mencari tambahan SDM lagi,” katanya.

Yang menyulitkan, lanjutnya, baik penera maupun reparator harus mempunyai lisensi dari lembaga-lembaga penguji yang berwenang dan terpercaya. Sehingga, untuk mencari SDM dengan lisensi tersebut cukup sulit.

“Untuk sementara kita masih menggaet pihak ketiga untuk bekerja sama di sektor reparator,”  lanjutnya.

Sedang faktor eksternalnya adalah kesadaran dari para pedagang untuk melakukan tera pada alat timbangannya. Andy mengatakan, prosentase kepatuhan pedagang dalam melakukan uji tera berkisar di angka 50 persen.

“Sisanya masih enggan jika tidak dijemput bola,” katanya.

Proses tera atau mengukur pasnya timbangan juga telah dilaksanakan di beberapa pasar mulai bulan April lalu. Yakni di Pasar Bitingan yang berjumlah 407 pedagang, di Pasar Kliwon berjumlah 184 pedagang, Pasar Jekulo 263 pedagang, dan Pasar Brayung 80 pedagang.

“Kami lakukan secara bertahap, kami sasar pasar pemerintahan terlebih dahulu. Dari empat pasar, ribuan timbangan telah di tera,” lanjutnya.

Beberapa pedagang beserta timbangannya lulus sertifikasi langsung. Sedang selebihnya harus di reparasi terlebih dahulu dan baru bisa diberi sertifikasi lulus uji. Pedagang bisa saja menolak untuk di tera timbangannya. Hanya konsekwensinya timbangan tidak boleh dipergunakan.

“Pun dengan saat di uji dan tidak lolos, jika mereka tidak mereparasinya maka tidak lulus sertifkasi,”  tegasnya.

Untuk kedepan, 3 pasar akan dijadwalkan untuk dilakukan peneraan. Tiga pasar tersebut berada di Kecamatan Kaliwungu. Sedang untuk fasilitas publik lain seperti nozel SPBU dan fasilitas ukur lain akan dirambah sesegera mungkin.

“Kami lakukan secara bertahap, mengingat SDM juga masih terbatas dalam hal ini,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...