MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar: ASN Berpaham Radikal Harus Segera Dipecat

0 1.777

MURIANEWS.com, Solo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) agar melakukan tindakan tegas terhadap ASN yang berpaham radikal dan intoleran. Ia mengusulkan agar ASN itu segera dipecat.

Ini karena menurut Ganjar, mereka yang terpapar paham radikal ini mempunyai kecenderungan untuk terus melawan. Terutama yang yang menginginkan ideologi negara diubah.

Mereka menurut Ganjar akan menggunakan beragam media untuk melakukan perlawanan. Bahkan gencar melalui media sosial.

“Jika identitasnya sudah muncul, untuk kembali ke pangkuan NKRI akan sulit. Menjadi ASN itu memang berat, harus bisa menjadi tauladan, dan harus nyaris sempurna,” katanya, Senin (22/7/2019).

Ini dikatakan Ganjar saat berpidato di hadapan peserta workshop panitia seleksi jabatan pimpinan tertinggi (JPT) di Hotel Alila Solo. Workshop ini memang mengangkat tema tentang pencegahan paham intoleransi dan radikalisme di pemerintahan.

Ganjar mengatakan, yang cukup bahaya menurut dia justru orang-orang berpaham radikal yang tak terkait jaringan tertentu. Karena langkah mereka akan sulit terdeteksi.

Mereka terpapar paham radikalisme dan intoleransi pun dari media sosial. Ia mencontohkan pelaku peledakam bom, yang doktrinnya menyebut nonmuslim itu kafir dan TNI-Polri golongan thaghut. Sehingga, ia diperintahkan untuk membunuh atau mengebom.

“Dalam kasus peledakan bom, doktrin yang diberikan kepada pelaku kurang dari satu jam saja. Saya pernah baca puisinya Gus Mus, dibilang penistaan agama. Yang paling berbahaya itu justru sekarang ini orang yang tidak masuk ke jaringan,” tandasnya.

Kehadiran KASN menurut dia, untuk meng-upgrade proses seleksi. Mulai dari keprofesionalan dan ideologinya, apakah terpapar gerakan radikalisme atau tidak.

“Pansel ini juga dilatih peduli dengan bangsa. Karena kalau di awal sudah terpapar, tentu tidak akan diloloskan. Kalau menurut saya, selain profesionalitas dan ideologi, ditambah soal integritas,” katanya.

Karena menurut Ganjar orang tidak pernah tahu, bisa jadi teman sebelah, teman akrab, ternyata masuk ke jaringan yang terpapar radikalisme.

“Jika PNS yang notabene dibayar negara tiba-tiba melakukan itu, tentu harus mendapat perhatian. Secara detil sudah ada, dan yang ada ini menjadi alert, mesti perhatian dan proses yang diworkshop ini akan dibahas, metode mencarinya harus melalui metode yang benar,” tandasnya.

Untuk seleksi jabatan dan lelang jabatan tinggi di Pemprov Jateng pun menurut dia telah dimodifikasi menjadi lebih baik. Sehingga bisa menekan berkembannya bibit-bibit radikalisme.

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.