Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jepara Diklaim Masih Surplus Beras, Cukup Hingga November 2019

0 43

MURIANEWS.com, Jepara – Kabupaten Jepara sampai saat ini masih memiliki ketahanan pangan cukup bagus. Bahkan jika didasarkan pada hasil tahun 2018 dan pertengahan tahun 2019 ini, untuk komoditas beras, Jepara masih mengalami surplus.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Achid Setiawan mengatakan, untuk ketersediaan pangan di Jepara sejauh ini tidak ada masalah.

Produksi beras di Jepara pada tahun 2018 mencapai 140.465 ton. Kemudian pada tahun 2019 ini, sampai pertengahan tahun ini jumlah produksi beras mencapai 73.505 ton.

Secara keseluruhan jumlah produksinya mencapai 213.870 ton sampai Juni 2019. Dengan jumlah kebutuhan yang hanya mencapai 171.002 ton sampai Juni 2019 ini, maka masih ada surplus sebesar 42.968 ton.

“Surplus sebesar 42.968 ton, secara hitung-hitungan masih cukup untuk persediaan 4,5 bulan ke depan atau cukup sampai pertengahan November 2019, bagi seluruh masyarakat Jepara,”ujar Achid Setiawan, Senin (22/7/2019).

Untuk produk lainnya, misalnya jagung, juga mengalami surplus. Untuk jagung jumlah produksi Tahun 2018 mencapai 53.465,63 ton dan penyediaannya sebesar 47.584 Ton.

Sedangkan kebutuhan jagung di Jepara sekitar 1.468 ton. Sehingga dengan demikian masih ada surplus hingga 46.117 ton.

Namun demikian, Achid Setiawan juga mengakui, sampai dengan Tahun 2018 masih ada beberapa produksi pangan di Kabupaten Jepara yang belum mampu mencukupi kebutuhan.

Untuk mencukupinya, harus dilakukan pasokan dari luar daerah. Di antaranya,  kedelai, kacang hijau, ubi jalar, susu, telur, daging, cabai dan bawang merah.

“Untuk produk pangan tertentu memang masih harus mendapatkan pasokan dari luar daerah. Sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan untuk ketersediaannya,” tambah Achid Setiawan.

Dalam Rakor Ketahanan Pangan Kabupaten Jepara, Senin (22/7/2019), Asisten II Setda Jepara, Mulyaji memberikan penilaian baik terkait capaian yang sudah dilakukan oleh para petani di Jepara.

Pangan merupakan kebutuhan yang harus tersedia, sehingga penguatan pangan  akan berdampak signifikan terhadap angka kemiskinan di Jepara.

Pada tahun lalu angka kemiskinan di Jepara lebih rendah dibanding rata-rata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Saat itu, jumlah penduduk miskin di Jepara berada pada kisaran angka tujuh persen. Sementara rata-rata jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebesar 11,19 persen.

Karena itu pihaknya menyambut baik adanya program Desa Mandiri Pangan (DMP) yang saat ini tengah dilaksanakan oleh DKPP Jepara.

Saat ini sudah ada beberapa desa yang sudah tersentuh program DMP yaitu Kunir, Bumiharjo, Tunahan, Papasan, Kepuk, Karanggondang, Pancur, Suwawal Timur, Lebak, Jambu, Mindahan Kidul dan Buaran.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.