Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Realisasi Pembangunan di Bawah Target, Sekda Grobogan: OPD Jangan Suka Menumpuk Pekerjaan

0 45

MURIANEWS.com, GroboganSekda Grobogan Moh Sumarsono menegur OPD  di grobogan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan hingga akhir tahun. Ia pun memerintahkan kepada semua kepala OPD agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan sehingga serapan anggaran bisa sesuai target.

“Kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan wajib segera dilaksanakan tepat waktu,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (Rakor POP) triwulan II tahun 2019 di gedung Riptaloka setda Grobogan, Senin (22/7/2019).

Ia pun menegaskan, para kepala OPD dan seluruh stafnya harus benar-benar serius dan komitmen untuk meningkatkan kinerja. “Apabila tidak mampu menyelesaikan target kinerja yang sudah ditetapkan maka harus siap menerima konsekuensi,” tegas Sumarsono.

Penegasan itu dilakukan karena realisasi pembangunan hingga akhir Juni atau triwulan II belum mencapai target. Berdasarkan data dari aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (Sismontep), realisasi fisik baru 42,78 persen. Sementara target yang ditentukan sebesar 49,22 persen. Kemudian realisasi keuangan baru 19,39 persen dari target sebesar Rp 36,23 persen.

“Kondisi ini harus disikapi dengan serius. Waktu yang tersisa hanya enam bulan saja. Semua kepala OPD harus lakukan akselerasi agar realisasi fisik ini bisa sesuai target pada akhir triwulan III mendatang,” tegasnya.

Besarnya anggaran dalam APBD 2019 untuk proyek fisik pada triwulan II nilainya berkisar Rp 1 triliun. Dana sebesar ini digunakan untuk membiayai 1.870 program kegiatan yang tersebar di 49 OPD.

Karena itu, Sumarsono meminta kepala OPD agar memaksimalkan keeradaan Sismontep dalam input data. Ini lantaran laporan dalam Sismontep ini belum seluruhnya diupdate dengan baik.

Menurutnya, dengan adanya Sismontep, kepala OPD bisa dengan cepat mengambil keputusan dalam menentukan langkah strategis pembangunan. Demikian pula jika terdapat hambatan maupun penyerapan belanja daerah yang masih rendah bisa segera dicarikan solusi dengan cepat.

“Sebelumnya, kita masih pakai cara manual sehingga terkadang muncul kesalahan saat memasukkan data. Jadi dalam rakor POP ini, kita sudah menggunakan hasil input data melalui aplikasi Sismontep. Sayangnya, datanya belum semuanya dimasukkan dalam aplikasi,” jelasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.