Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Manjakan Libur Akhir Pekanmu di Pantai Mina Mangrove Pati

0 634

MURIANEWS.com, Pati – Memasuki akhir pekan, keinginan untuk piknik pasti terngiang di benak. Namun kadang kala, kita bingung memilih atau menentukan tempat wisata mana yang akan dikunjungi bersama keluarga.

Akhir pekan memang biasa digunakan untuk melepas penat. Bagaimana tidak, setelah enam hari disibukkan dengan rutinitas yang menguras tenaga dan pikiran, tubuh dan otak membutuhkan waktu untuk penyegaran maupun bersantai bersama keluarga.

Terkait tempat liburan yang cocok untuk melepas penat dan menyegarkan pikiran itu, MURIANEWS.com mempunyai rekomendasi yang pastinya tidak mengecewakan. Salah satunya adalah di Pantai Mina Mangrove Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati.

Bagi sebagian besar warga Kabupaten Pati, tentu sebelumnya sudah mengetahui pantai ini. Sebab, dulunya pernah menjadi persinggahan muda-mudi untuk sekadar bercengkrama dan berpacaran.

Jalan setapak dari kayu disiapkan pengelola untuk menikmati hutan mangrove dan akses menuju bibir pantai. (MURIANEWS.com/Cholis Anwar)

Namun saat ini, Pantai Mina Mangrove ini sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga patut untuk dikunjungi. Berbagai wahana dan spot foto yang Instragamable juga sudah disediakan oleh pengelola.

Selain itu, sudah ada jalan setapak yang dapat dilalui untuk menembus lebatnya hutan mangrove, atau menuju ke bibir pantai. Jalan setapak dari kayu ini, begitu indah dan layak untuk jadi spot foto andalan.

Edi Prasetyo (19) salah seorang pengunjung dari Kecamatan Gembong mengaku sangat terkesan dengan pantai itu.

Sebab, lumpur yang berada di sepanjang bibir pantai yang semula tidak bisa dilewati, saat ini sudah direkayasa hingga pengunjung bisa melihat hamparan laut lepas dari dekat.

“Ini rekayasa yang sangat bagus. Membuat hutan mangrove menjadi destinasi wisata yang menarik. Saya saja sangat suka dengan konsep ini,” katanya.

Dia mengaku, sebelumnya sudah pernah mengunjungi pantai itu. Hanya saja, saat itu hutan mangrove masih kecil dan banyak nyamuknya. Pengunjung hanya bisa memandangi laut dari kejauhan dan terhalang oleh pucuk daun mangrove.

“Kalau saat ini kan sudah tidak. Bahkan kita bisa langsung berada di bibir pantai karena sudah ada jalan yang disediakan pengelola,” ujarnya.

Terkait tiket masuk, pengunjung tidak perlu khawatir. Karena pengunjung tak perlu membayar tiket. Pengelola hanya menarik retribusi parkir untuk motor sebesar Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Tunggulsari, Jarot Supriyanto, pantai yang dikelola oleh kader Wisata Desa Tunggulsari ini memang baru menetapkan tarif parkir. Trek-trek mangrove di dalamnya pun baru dibuat sekira satu bulan belakangan.

Untuk membangun trek mangrove dan fasilitas lain di Pantai Mina Mangrove, pemerintah desa mengucurkan sebagian Dana Desa (DD) sebagai dana pancingan.

“Sekira Rp 50 juta dari DD. Ada juga dana swadaya masyarakat. Dana tersebut kami belikan bahan material, antara lain kayu. Kemudian pemuda-pemudi kader wisata yang berkreasi,” jelas Jarot.

Pihaknya berharap, Pantai Mina Mangrove ini dapat berkembang dengan baik dan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Pati.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.