Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Targetkan Bangun 15 SMK Gratis, Lampung Juga Ingin Tiru

0 92

MURIANEWS.com, Semarang – Keberhasilan Provinsi Jateng membangun SMK gratis untuk siswa miskin berprestasi, mampu memikat provinsi lain untuk meniru program yang sama. Salah satu Provinsi Lampung, yang terpikat dengan model pendidikan yang diterapkan di SMKN Jateng.

Bahkan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim beserta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Sulpakar, datang langsung ke Jateng untuk mengorek informasi mengenai model sekolah ini.

Mereka juga mengunjungi salah satu kampus SMKN Jateng di Jalan Brotojoyo, Kota Semarang, Jumat (19/7/2019). Kunjungan ini untuk melihat bagaimana sekolah gratis dan berkualitas bisa diterapkan.

Kepada rombongan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, jika SMKN Jateng ada tiga kampus. Selain di Kota Semarang, ada juga di Kabupaten Pati dan Purbalingga. SMKN ini mempunyai lima jurusan yakni Bisnis Kontruksi dan Properti, Elektronika Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Permesinan, dan Teknik Kendaraan Ruang Otomotif.

Seluruh siswa yang diterima di SMKN ini adalah dari kalangan tidak mampu dan mempunyai prestasi akademik yang tinggi. Sistem pendidikan menggunakan boarding school, di mana semua kebutuhan siswa ditanggung oleh pemerintah.

“Sekolah ini diresmikan 2 Juni 2014. Pembiayaannya dari APBD Jateng, BOS dan BOP. Total biaya untuk tiga sekolah sebesar Rp 25 miliar,” kata Ganjar, Sabtu (20/7/2019).

Dana sebesar itu menurut dia, digunakan untuk seluruh kebutuhan operasional pendidikan dan kebutuhan siswa. Mulai dari kebutuhan praktik, pemeliharaan gedung, hingga seragam dan kebutuhan makan tiga kali sehari.

Satu siswa menurutnya, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta setiap tahun. Dengan kebijakan SMK gratis, Ganjar yakin nasib siswa tersebut dan keluarganya akan lebih baik. Terlebih ada puluhan perusahan yang sudah mengikat kontrak dengan sekolah ini.

“Kami memang berkomitmen untuk membuat lompatan besar. Bicara politik pendidikan, orang mampu memang tidak usah ditolong. Sehingga, konsep pendidikan gratis perlu dijalankan. Jerman sudah gratis, tetapi Australia justru jadi bisnis mahal. Tetapi, kami memiliki tujuan, investasi yang bisa mendorong kesejahteraan itu ya sekolah. Bagi kami, sah, jika uang negara untuk mencetak generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Ganjar menyebut, hingga masa kepemimpinannya berakhir mendatang, pihaknya menargetkan akan membangun total 15 kampus SMKN Jateng.

“Mudah-mudahan bisa terwujud. Kita butuh anggaran Rp 2,2 triliun. Kalau semua sekolah dengan standar yang diperbaiki, kebutuhannya Rp 4 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, Wagub Lampung Chusnunia Chalim atau yang akrab disapa Nunik menyebut, pihaknya sengaja datang untuk melihat langsung potret SMK berkualitas yang gratis untuk warga tidak mampu tersebut. Selain itu juga untuk  mengetahui sistem pengajaran, serta pembiayaannya. Karena, ia ingin melakukan hal yang sama di Lampung.

“Kami ingin membuat pilot project yang memungkinkan bisa diaplikasikan di Lampung. Tetapi tidak dari nol. Kita sudah ada SMK, tetapi dimanajemen ulang dengan pola lebih baik. Tidak lagi ada pengadaan tanah. SMK Negeri Jateng ini terkoneksi dengan pasar kerja, jurusannya juga menjawab kebutuhan pasar kerja. Lampung siap jadi adiknya Jateng,” katanya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.