Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hebat! Rumah Kedelai Grobogan Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Kemenpan RB

0 73

MURIANEWS.com, Grobogan – Kabupaten Grobogan kembali mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini penghargaan itu ditujukan kepada Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang dikelola Dinas Pertanian sebagai salah satu dari 99 inovasi pelayanan publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan bertajuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik itu diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin dan diterima langsung oleh Bupati Grobogan di Gumaya Hotel Semarang, Kamis (18/7/2019) malam. Hadir dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

RKG yang ada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian Grobogan ini mulai dirintis pendiriannya mulai tahun 2013. Kemudian, RKG diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 25 Maret 2017.

Bupati Grobogan Sri Sumarni merasa bangga dengan keberhasilan RKG masuk dalam top 99 inovasi pelayanan publik 2019 tersebut. Sebab, jumlah inovasi pelayanan publik yang dinilai ada ribuan.

“Penghargaan untuk RKG ini tentunya sangat membanggakan. Soalnya, tidak mudah untuk bisa masuk dalam top 99 inovasi pelayanan publik tersebut karena banyak aspek yang dinilai. Disisi lain, dengan penghargaan ini membuktikan kalau keberadaan RKG sudah memberikan kontribusi yang bagus pada masyarakat, khususnya petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto menambahkan, RKG merupakan instalasi terpadu untuk memberikan pelayanan informasi dan edukasi agribisnis kedelai lokal, dari hulu sampai hilir berbasis one stop learning atau tuntas dalam satu lokasi.

“Pengguna layanan di RKG akan dibimbing mulai dari persiapan lahan, pembenihan, budidaya, pengolahan produk, hingga pemasarannya. Jadi semuanya tuntas dalam satu lokasi,” katanya.

Sejauh ini, sudah banyak pihak yang memanfaatkan keberadaan RKG tersebut. Selain petani, ada pula pengusaha tempe dan tahu, pelaku UMKM, siswa, mahasiswa, intansi pemerintahan serta masyarakat umum. Tercatat, hingga Mei 2019, orang yang datang belajar ke RKG datang dari 12 Provinsi dan 25 Kabupaten di Indonesia.

Kehadiran RKG tidak saja meningkatkan produksi kedelai, tetapi juga berhasil menginkubasi munculnya delapan UMKM. Kehadiran RKG juga menginspirasi Kementrian Pertanian untuk branding produk olahan kedelai lokal non GMO (tanpa rekayasa genetik) dengan meluncurkan slogan GREATS atau akronim dari gurih renyah enak aman tanpa GMO sehat.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.