MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jepara Ada Komunitas Resik-Resik Masjid, Beri Jasa Gratis

0 63

MURIANEWS.com, Jepara – Hari Jumat dipercaya oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh berkah. Konon, jika melakukan amal soleh di hari Jumat, maka akan diberikan berkah dan pahala berlipat ganda.

Dari keyakinan tersebut, di Jepara muncul sebuah komunitas unik yang menjadikan hari Jumat sebagai waktu untuk melakukan kegiatannya.

Komunitas ini sering menyebut dirinya sebagai Komunitas “Resik-Resik Masjid”. Kiprahnya mulai dikenal masyarakat, dengan aksi membersihak masjid tanpa bayaran sedikitpun alias gratis.

MURIANEWS.com sempat menemui komunitas ini sedang ‘beraksi’ di Masjid Nurul Muhajirin, Rengging, Pecangaan, Jepara,  Jumat (19/7/2019). Mereka yang beranggotakan sekitar 25-an orang melakukan kegiatan bersih-bersih di masjid tersebut.

Ada banyak pekerjaan yang dilakukan komunitas ini pada saat melakukan kegiatannya. Mulai dari membersihkan kamar kecil, tempat wundhu, sampai menyedot debu yang ada di karpet masjid. Bahkan kubah masjid juga menjadi sasaran untuk dibersihkan.

Untuk beberapa pekerjaan yang tidak terlalu berat, para anggota perempuan menanganinya dengan cekatan. Misalnya saja mengelap kaca jendela, pintu atau mengepel lantai. Mereka bekerja mulai pagi, dan segera menyelesaikannya menjelang salat Jumat dimulai.

Koordinator Komunitas Resik-Resik Masjid Jepara, M Nurul Qomar menyatakan, kegiatan kelompoknya ini murni didasari sikap ikhlas membantu. Sehingga bisa menjadikan masjid menjadi lebih bersih dan nyaman untuk beribadah.

“Kami melakukannya dengan ikhlas. Tidak ada apapun yang harus dibayar oleh pihak masjid dalam hal ini. Semua gratis, dan kami lakukan dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Kebersihan adalah satu hal yang juga diajarkan dalam Islam. Karena itu, pihaknya melihat hal ini juga perlu diterapkan dalam sebuah masjid.

Kalau kemudian kegiatan dilakukan pada setiap hari Jumat, hal itu dikarenakan hari itu dianggap penuh berkah. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi sebuah gerakan moral yang baik di masyarakat.

Dengan kegiatan ini, biasanya masyarakat akhirnya juga merasa terpanggil dan kemudian ikut membantu. Dari sini akhirnya juga muncul sikap gotong royong dari masyarakat yang saat ini dirasakan mulai menipis.

“Kami juga melengkapi peralatan sendiri yang kami bawa dari masing-masing anggota. Mulai dari lap, sapu, vacuum cleaner dan lainnya, termasuk cairan pembersih kami bawa sendiri. Tidak lupa juga kebutuhan konsumsi seperti minum dan makan juga bawa sendiri,” terangnya.

Meski demikian, respon masyarakat atau pihak masjid tidak semuanya sama. Pernah Komunitas Resik-Resik Masjid ditolak untuk melakukan niat baiknya.

Masyarakat khawatir, kegiatan yang dilakukan itu ditumpangi kepentingan-kepetingan tertentu. Entah itu soal ideologi atau kepentingan politis.

Terhadap hal seperti ini, Komunitas Resik-Resik Masjid bisa memahami dan tidak memaksakan diri.

Namun satu hal, kepada masyarakat mereka menyatakan melakukan kegiatan bersih-bersih tersebut tidak dilandasi kepentingan apapun, selain ingin ikut membantu.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.