Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pengeroyokan Terduga Maling Ayam Hingga Tewas di Dukuhseti Pati Direkonstruksi

MURIANEWS.com, Pati – Pelaku pengeroyokan terhadap Ikhwanul Rofi’I, terduga maling ayam hingga tewas di Kecamatan Dukuhseti, Pati pada awal Januari 2019 lalu, sudah diamankan petugas kepolisian. Kini petugas Satreskrim Polres Pati mulai menggelar rekonstruksi.

Hanya saja proses rekonstruksi tersebut tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) melainkan dipindahkan ke lingkungan Asrama Brimob.

Terduga pelaku bernama Teguh alias Bolu dihadirkan untuk memeragakan proses pengeroyokan hingga berbuntut tewasnya warga Dukuh Krajan RT 01 RW 02 Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Yusi Andi Sukmana memgatakan, pihaknya telah melakukan rekonstruksi terhadap kasus yang terjadi pada awal Januari 2019 lalu itu. Ada sepuluh adegan yang telah diperagakan dalam rekonstruksi.

“Kami baru mendatangkan seorang tersangka, namun pria tersebut diduga merupakan pelaku utama dalam kasus tersebut,” katanya Rabu (17/7/2019).

Diduga tersangka merupakan orang yang membacok di bagian kaki hingga tepat mengenai urat nadi besar. Hal itulah yang diperkirakan menyebabkan korban tewas lantaran kehabisan darah. Dalam rekonstruksi adegan tersebut juga sempat diperagakan.

“Ada banyak hal yang berhasil diungkap dalam rekonstruksi ini. Termasuk untuk mengetahui kemungkinan pelaku lain maupun perannya masing-masing,” terangnya.

Tersangka berhasil diamankan saat Lebaran lalu. Sebelumnya pelaku sempat melarikan diri ke Tangerang. Pelarian tersebut harus berakhir setelah petugas mengamankan tersangka saat pulang ke rumahnya pada Lebaran.

Baca juga: 

Meskipun telah berhasil mengamankan terduga pelaku utama, kini kepolisian tetap memburu sejumlah pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam aksi main hakim berujung maut tersebut. Kepolisian menyebutkan bakal menindak tegas.

“Ini sebagai pembelajaran kepada masyarakat kalau terjadi tindak pidana dan mengamankan pelaku agar diserahkan kepada kepolisian. Jangan main hakim sendiri ada hukum yang mengadili,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka bakal dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...