Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

124,2 Ribu Warga Jateng Dientaskan dari Kemiskinan dalam 6 Bulan

0 26

MURIANEWS.com, Semarang – Angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan yang cukup drastis. Bahkan penurunan kemiskinan di provinsi ini masuk dalam lima besar nasional.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), dalam enam bulan terakhir sebanyak 124,2 ribu warga Jateng sudah mampu ke luar dari garis kemiskinan.

Saat ini jumlah warga miskin di provinsi ini tercatat sebanyak 3,74 juta orang atau setara 10,80 persen dari total penduduk. Jumlah ini turun cukup besar dibandingkan pada periode September 2018 yang mencapai 3,87 juta orang (11.19 %).

Dari penurunan angka kemiskinan nasional pada September 2018 hingga Maret 2019 sebesar 531.000 orang, Jateng menyumbangkan angka penurunan kemiskinan sebesar 124,2 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, penurunan angka kemiskinan tercatat merata baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Di Perkotaan, persentase penduduk miskin pada Maret 2019 turun menjadi 9,20% dibanding September 2018 sebanyak 9,67%. Sementara di pedesaan pada periode September 2018 sebanyak 12,80 persen, turun menjadi 12,48 persen pada Maret 2019.

“Selama periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sebanyak 75,6 ribu orang (dari 1,71 juta orang pada September 2018 menjadi 1,63 juta orang pada Maret 2019),” katanya.

Sementara di daerah pedesaan mengalami penurunan sebanyak 48,6 ribu orang . Yakni dari 2,16 juta orang pada September 2018 menjadi 2,11 juta orang pada Maret 2019.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam berbagai kesempatan menyebut, jika pihaknya tengah menggeber penanganan kemiskinan. Pihaknya menargetkan angka kemiskinan di provinsi bisa ditekan menjadi satu digit yakni 7,48 persen.

“Sejak saya menjabat pada 2013 lalu, angka kemiskinan di Jateng sebesar 14,44 persen. Kemudian turun menjadi 11,32 persen di tahun 2018. Namun angka itu masih cukup tinggi, untuk itu kami menargetkan pada lima tahun yang akan datang, turun menjadi 7,48%,” kata Ganjar.

Terobosan yang dilakukan guna mempercepat target ini di antaranya membentuk program Satu Dinas Satu Desa Miskin. Dengan program itu, Ganjar menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Desa (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng untuk menggarap masing-masing satu sektor desa miskin.

“Selain itu, kami juga fokus pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran dan peningkatan indeks pembangunan manusia. Saat ini, saya sedang menggenjot upaya pertumbuhan ekonomi Jateng menjadi 7%,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.