Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Canangkan 50 Kampung KB di Kudus

0 77

MURIANEWS.com, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus mencanangkan pembuatan 50 Kampung Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di desa-desa di Kabupaten Kudus. Pencanangan diharapkan bisa mewujudkan keluarga sejahtera yang terencana.

Salah satu yang sedang digarap adalah Kampung KB Desa Terangmas, Kecamatan Undaan. Desa yang tergolong berusia muda tersebut akan menjadi desa ke-21 yang memiliki predikat Kampung KB di Kudus.

Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan, akan memaksimalkan fungsi keluarga untuk membangun masyarakat yang memiliki kualitas hidup yang baik. Program delapan fungsi keluarga di antaranya faktor ekonomi, agama, interaksi, perlindungan, sosial budaya, lingkungan, pendidikan, dan reproduksi bakal dimantabkan pada Kampung KB.

“Keluarga adalah peran yang penting dalam hal ini,” ucap Tamzil usai dijumpai pasca kegiatan Hari Keluarga Nasional yang ke-26 di Desa Terang Mas, Selasa (16/7/2019) siang.

Selain itu, penambahan jumlah peserta KB juga diupayakan. Tamzil menilai sudah saatnya Kudus menuju Total Fertility Rate (TFR) di angka 2.00. Dalam artian, rata-rata 1 keluarga memiliki 2 anak saja.

“Kudus sudah saatnya untuk ber-KB, kini indeks TFR Kudus ada di angka 2,05,” lanjut Tamzil.

Hanya, semua tidak bisa tercapai jika semua komponen masyarakat tidak sepaham. Oleh karena itu ia mengajak semua elemen untuk menyukseskan program KB. Baik yang berada dalam lingkup Kampung KB maupun tidak.

“Semua bisa tercapai jika semua komponen bersatu padu,” tandasnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Rina Budi mengatakan hal serupa. Rina menyatakan pencapaian TFR 2,00 tak bisa tercapai jika semua komponen tidak bersinergi bersama.

“Semua komponen masyarakat harus sepaham dan bersinergi dalam hal in,” ucap Rina.

Oleh karena itu pihaknya berharap semua pihak bisa bersinergi untuk menyukseskan program KB. Dengan tujuan, angka kesejahteraan keluarga bisa meningkat. Pendewasaan usia perkawinan juga diharapkan bisa terealisasi untuk mewujudkan keluarga yang terencana.

“Untuk perempuan minimal usia 21 tahun, sedang pria berumur 25 tahun,” jelas Rina.

Kepala Dinas P3AP2KB Lutful Hakim menjelaskan Kampung KB dibangun dengan tujuan untuk melakukan pembinaan pada desa-desa yang menunjukkan grafik tinggi dalam hal angka kelahiran bayi (TFR) serta angka kematian ibu (AKI).

“Ada beberapa indikasi salah satu yang mendasari adalah dua tersebut, selain itu partisipasi dalam hal KB juga masih minim,” ucap Lutful.

Sedang pengembangan kedepan, dua desa kembali ditargetkan untuk menjadi Kampung KB. Tiga tersebut yakni Desa Krandon, dan Pasuruhan Lor. “Dua desa lagi dicanangkan untuk Kampung KB mendatang,” tandas Lutful.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.