Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keren, Tiga Mahasiswa UMK Sabet Medali Perak International Sains and Invention Fair

0 223

MURIANEWS.com, Kudus – Prestasi membanggakan diraih tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus. Mereka berhasil menyabet medali perak di ajang International Sains and Invention Fair (ISIF) setelah bertarung sengit dengan puluhan mahasiswa dari berbagai daerah di dalam ataupun luar negeri di Bali, 25 Juni 2019 lalu.

Tiga mahasiswa tersebut yakni Linda Noviana dari Jurusan Sistem Informatika, Bagus Utomo dari Jurusan Teknik Informatika, dan Alfiana Mega Susanti dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Ketiganya menciptakan alat yang mampu memberikan informasi kecelakaan, baik waktu, dan lokasi kepada keluarga, rumah sakit hingga kepolisian.  Alat itu diberikan nama  Accident Location Information System (ALIS).

Ide pembuatan alat ini berawal dari kejadian kecelakaan yang terjadi selama ini. Ketika dicermati, rata-rata korban meningeal dunia atau parah diakibatkan keterlambatan penanganan. Apalagi ketika lokasi kecelakaan di jalan yang sepi.

”Tujuan pembuatan alat itu untuk memeprcepat penanganan kecelakaan sehingga bisa meminimalisir dampak kecelakaan, seperti korban jiwa,” kata Linda Noviana, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan, dengan sensor tersebut, maka bisa memudahkan memberikan informasi kepada keluarga, rumahs akit terdeka atau instansi terkait lain. ”Alat ini bisa dipasang di transportasi darat, bus, mobil, dan sepeda motor.

Nantinya ALIS dipasang di kendaraan bagian dalam, belakang, sisi kanan, dan kiri. Dengan begitu, ketika terjadi benturan, sensor yang dipasang akan mengirimkan signal ke komponen utama dan akan diteruskan informasionya berupa notifikasi ke apliaksi yang bisa diunduh melalui playstore.

”Mereka yang mengunduh akan mendapatkan notifikasi waktu kejadian atau kecelakaan sekaligus tempatnya. Sehingga petugas medis atau keluarga bisa langsung menuju lokasi dengan cepat untuk melakukan penanganan korban,” terangnya.

Untuk ALIS sendiri sudah dilakukan uji coba menggunakan mobil mainan remot control dan dilakukan simualsi kecelakaan dengan menabrakkan ke suatu benda. Hasilnya cukup baik, karena bisa langsung mengirimkan notifikasi ke smartphone yangs udah terpasang dengan aplikasinya.

“Saat uji coba, bisa bekerja dengan maksimal,” lanjutnya.

Temuan inipun sudah diikutkan dalam lomba internasional di Bali, ISIF. Dari lomba tersebut, ALIS meraih medali perak bersaing dengan peserta lain yang berasal dari luar negeri. Dirinya masuk dalam kategori Information and Communication Technology (ICT).

Sebelum mengikuti lomba tersebut, pihaknya mengirimkan abstrak berbahasa Inggris ke ISIF, sekitar awal Mei. Ternyata ALIS masuk sebagai finalis, sehingga langsung melakukan persiapan untuk mengikuti lomba di Bali.

Sementara itu, dosen pembimbing Andy Prasetyo Utomo menambahkan, untuk komponen alat pembuatan ALIS memang sudah ada dan mudah dibeli. Namun yang mahal memang ide yang memanfaatkan komponen-komponen tersebut menjadi alat untuk membantu memberikan informasi kecelakaan agar penanganan bisa lebih cepat.

Tentunya, ALIS bisa terus dikembangkan lebih luas atau disempurnakan. Dengan adanya ALIS, jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat. ”ALIS juga sudah kami pantenkan,” imbuhnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.