Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Target 5 Juta Pengunjung, Presiden Kerahkan 5 Menteri Garap Borobudur

0 170

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menargetkan Borobudur menjadi tempat wisata andalan dengan 5 juta pengunjung per tahun. Target ini juga menjadi perhatian serius pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Terlebih Borobudur merupakan satu dari 10 destinasi “Bali Baru” yang diimpikan Presiden Joko Widodo. Program ini ditargetkan bakal mampu mengundang 20 juta wisatawan mancanegara.

Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi “Bali Baru”.

Saat ini tingkat kunjungan ke Borobudur sudah mencapai 2,6 juta orang per tahun. Namun jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250 ribu orang.

Oleh karenanya Pemprov Jateng menargetkan 5 juta kunjungan tiap tahun. Untuk mewujudkan target ini diperlukan upaya pengembangan wisata di Borobudur.

Rencana pengembangan kawasan Borobudur ini dibicarakan dalam rapat terbatas yang digelar Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Kantor Presiden Jakarta, Senin (15/7/2019) kemarin.

Rapat terbatas itu juga dihadiri empat gubernur lainnya yang wilayahnya masuk dalam pengembangan program “Bali Baru”. Yakni Gubernur NTB Zulkifliemansyah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Dalam rapat tersebut menurut Ganjar, Presiden bahkan memerintahkan lima menteri untuk turun tangan membantu pengembangan wisata Borobudur. Lima menteri itu yakni Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Menurut Ganjar, dalam upaya pengembangan Borobudur yang diperlukan yakni konsep yang jelas. Termasuk di dalamnya mengenai akses ke lokasi ini.

“Maka akses ke Borobudur harus segera disiapkan. Blue print pengembangan Borobudur, RT RW, pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi,” katanya, Selasa (16/7/2019).

Ganjar menyebut, dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang masih minim, harus digelar beberapa kegiatan besar di Borobudur. Selain itu, masalah infratruktuktur harus benar-benar diperhatikan.

“Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas,” kata Ganjar.

Baca: Ganjar Targetkan Borobudur Dikunjungi 5 Juta Umat Budha

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

“Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya,” terangnya.

Ganjar juga menyebut jika Presiden Jokowi menargetkan jika upaya pengembangan Borobudur ini harus selesai dalam satu tahun.

“Kalau Pak Presiden kemarin sadis, target satu tahun mesti beres,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.