Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Tradisi Unik di SMKN Jateng, Wajib Bangun Sebelum Subuh Hingga Habiskan Makanan Teman

0 306

MURIANEWS.com, Semarang – Seluruh sekolah di Jawa Tengah, Senin (15/7/2019) hari ini mulai melaksanakan pengenalan lingkungan sekolah di tahun ajaran baru. Termasuk di antaranya di SMKN Jateng, yang merupakan boarding school gratis untuk siswa miskin berprestasi.

Tahun ini ada 120 siswa baru yang diterima di sekolah ini. Hari ini mereka mulai dikenalkan mengenai tradisi di sekolah dan asrama. Apalagi ada beberapa tradisi yang mungkin tak biasa dilakukan siswa-siswi itu.

Salah satunya, mereka wajib bangun sebelum azan subuh berkumandang. Mereka kemudian salat berjemaah di masjid, dan kerja bhakti membersihkan lingkungan sekolah dan asrama, baru kemudian sarapan bersama.

Saat sarapan inilah, para siswa baru menemukan tradisi yang cukup baru bagi mereka. Pasalnya, ada tradisi yang seolah menjadi peraturan wajib. Yakni soal makanan.

Di asrama saat makan bersama, tak boleh ada makanan sisa. Alhasil, jika ada salah satu siswa yang tak mampu menghabiskan makanannya, maka teman yang duduk di sebelahnya wajib untuk membantu menghabiskan.

Tegar Riyanto, salah satu siswa baru mengaku awalnya kaget dengan tradisi ini. Alumni SMPN Sapuran Wonosobo ini bercerita, sebelum makan pagi dimulai ia harus berbaris rapi bersama kelompoknya, kemudian duduk tegap menghadap lauk di meja makan.

Dan ternyata tidak boleh asal ambil makanan. Pimpinan regu harus laporan dulu pada perwira bahwa anggotanya sudah lengkap, kemudian berdoa.

Ketika laporan mau makan pun tak boleh sembarangan menggunakan bahasa. Ada ketentuan menggunakan tiga bahasa. Senin dan Selasa Bahasa Inggris, Rabu dan Kamis Bahasa Jawa, Jumat dan Sabtu Bahasa Indonesia.

“Paling unik dan agak aneh ketika tahu ada aturan saling membantu menghabiskan makanan kalau ada satu teman yang tidak habis sebagai bentuk saling membantu,” katanya.

Wakil Kepala SMK Negeri Jateng Bidang Humas Suyoto mengatakan, sebanyak 120 siswa baru merupakan hasil seleksi dari ribuan pendaftar. Selain seleksi administratif, ada juga kunjungan ke rumah siswa untuk verifikasi data.

Dijelaskan, para siswa datang ke asrama pada Minggu (14/7/2019) pagi. Meski belum ada kegiatan belajar mengajar, para siswa yang datang kemarin, diberikan pengarahan tentang aturan di sekolah, di asrama, serta pembagian kamar atau barak.

“Di SMK Negeri Jateng ini, para siswa dipenuhi kebutuhan sehari-harinya agar teratur, patuh, tidak egois, muncul kebersamaan, dan peduli dengan teman seangkatannya maupun kepada kakak kelas,” jelas Suyoto.

Dengan kedisiplinan tinggi tak heran SMK yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng Ganjar pada 2014 lalu itu mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sekitar 70 persen lulusannya pun langsung terserap perusahaan besar.

Beberapa perusahaan juga menawarkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah kepada siswa-siswa tersebut. Maklum mereka yang diterima di sekolah ini merupakan siswa yang prestasi akademiknya paling bagus. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.