Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perempuan Ini Mau Wadul Ganjar karena Uang untuk Tes DNA Anaknya Disita Satpol

0 739

MURIANEWS.com, Semarang – Seorang perempuan bernama Niken Sri Andriyani (25) warga Prigi Pondok Aren, Tangerang, Senin (15/7/2019) tiba-tiba datang ke Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Semarang sembari sesenggukan. Tujuannya, ingin bertemu Gubernur Ganjar Pranowo dan wadul.

Perempuan ini mengaku uang miliknya disita Satpol PP Kota Semarang, dan hingga kini belum dikembalikan. Padahal uang itu menurutnya, hasil meminta-minta untuk membiayai tes DNA anaknya.

Saat datang ke kantor gubernuran, Niken membawa serta putrinya itu. Anaknya yang masih balita itu terus digendongnya.

Ia mengaku membutuhkan uang itu untuk tes DNA yang butuh biaya sekitar Rp 35 juta. Tes ini disebutnya dilakukan agar anaknya tak direbut oleh ayah biologis anak itu.

Ia mengakui, jika anak itu lahir tanpa proses pernikahan dengan ayah si anak. Dia juga mengaku membutuhkan tes DNA itu agar anaknya tak dikirim ke panti milik Dinas Sosial.

“Saya tidak mau anak saya diadopsi oleh ayahnya meski tidak menikah atau dimasukkan ke dinas sosial,” katanya dikutip dari RmolJateng.

Tes DNA itu juga menurut dia, atas rekomendasi dari PPA Provinsi Jateng. Saat mediasi, PPA juga menyarankan supaya anaknya diadopsi oleh ayah biologis anak tersebut.

“Meski tidak menikah, saya tidak mau kalau anak saya diadopsi oleh dia apalagi dimasukkan ke Dinas Sosial,” tambahnya

Karena butuh uang besar itu, ia mengaku terpaksa meminta-minta. Ia biasanya melakukan hal ini di jalan-jalan protokol di Kota Semarang.

Namun pada 3 Juli 2019 lalu sekitar pukul 18.30 WIB, ia kena razia Satpol PP Kota Semarang. Saat itu ia tengah meminta-minta di traffic light di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Namun saat akan mengambil barang-barangnya, ia hanya diberikan KTP miliknya yang sebelumnya disita. Sementara uang tunai yang saat disita ada di dalam kardus tidak diberikan.

“Saya hanya dikasih KTP, uang saya tidak dikasihkan,” ujar Niken sambil sesenggukan.

Niken juga mengaku pernah dimintai upeti Rp 1 juta oleh oknum Satpol PP dengan dalih supaya dirinya tidak kena razia.

Padahal menurutnya, ia meminta-minta bukan untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Melainkan untuk membiayai tes DNA anaknya.

“Saya bersumpah, saya meminta-minta bukan untuk saya sendiri tapi untuk biaya tes DNA,” tandasnya.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Semarang Fajar Purwoto hingga berita ini  dikutip belum bisa dikonfirmasi wartawan.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: RmolJateng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.