Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Anjlok, Petani Garam di Pati Pilih Timbun Garamnya

0 201

MURIANEWS.com, Pati – Petani garam di Kabupaten Pati resah lantaran harga garam tak kunjung membaik. Bahkan mereka juga dibayangi rasa takut tidak bisa menutup ongkos produksi.

Eko Sulistyo (29) salah satu petani garam Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana, Pati, mengatakan, harga garam krosok saat ini hanya Rp 550 per kilogram. Harga tersebut dinilainya sangat rendah.

“Panen sebelumnya, harga garam grosok bisa mencapai Rp 1.000 lebih dalam setiap kilogramnya. Namun, saat ini justru malah turun,” ungkapnya.

Dia mengatakan, ini memang musim awal panen garam. Tetapi dengan adanya harga yang rendah itu, dia mengaku juga khawatir hasil penjualannya tidak mampu menutup ongkos produksi.

Lebih lanjut, persediaan garam petani saat ini sangat melimpah. Bahkan ada juga yang terpaksa harus menimbun garam hasil panen dari pada menjual dengan harga rendah.

“Lebih baik menunggu sampai harga stabil. Kalau sudah stabil, baru nanti garam saya jual,” ujarnya.

Namun, bagi petani yang tidak punya cukup lahan untuk penimbunan, mereka rata-rata tetap menjual garam hasil panen. Sebab, jika garam dibiarkan terlalu lama di tambak, kualitasnya akan mengalami penurunan. Belum lagi jika tiba-tiba turun hujan.

“Mudah-mudahan harganya cepat membaik. Jadi, petani seperti saya ini tidak perlu menimbun garam. Kan hasil penjualan bisa untuk produksi lagi,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.