MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapal Peti Kemas Tabrak Dermaga Tanjung Emas Hingga Tower Crane Ambruk

0 1.192

MURIANEWS.com, Semarang – Sebuah kapal pengangkut peti kemas MV Soul of Luck menabrak dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Minggu (14/7/2019) petang. Akibatnya, crane tower nomor tiga di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas ambruk.

Cren yang ambruk itu menimpa tiga truk dan beberapa kontainer yang ada di bawahnya. Informasi yang diberikan otoritas pelabuhan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun satu orang dipastikan mengalami luka-luka.

”Korban jiwa tidak ada, hanya ada korban luka ringan satu orang yaitu operator head truk,” kata Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid dalam keterangannya, Minggu (14/7/2019) malam.

Tidak dijelaskan identitas korban luka itu. Namun pihaknya memastikan, korban langsung dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum, Kota Semarang, untuk mendapatkan pertolongan.

Menurut dia, insiden itu terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. Saat itu, Kapal MV Soul of Luck yang diageni PT Layar Sentosa menyenggol crane di dermaga TPKS, sehingga menyebabkan satu unit Container Crane 3 ambruk.

Kapal yang menabrak dermaga itu berbedera Panama dan berlayar dari Pelabuhan Port Klang Malaysia pada 11 Juli 2019.

Insiden ini diduga akibat adanya masalah pada kapal tunda yang memandu kapal peti kemas berbobot 16.915 GT tersebut. Kapal tunda itu adalah KT Jayanegara 304 dan KT Jayanegara 201 yang dioperasikan oleh PT PMS, anak usaha PT Pelindo 3.

Wahid memastikan usai terjadi insiden ini, lokasi ambruknya crane langsung disterilkan. Kendati demikian, pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan seperti biasanya.

“Kami akan berkoordinasi dengan KNKT untuk menginvestigasi penyebab kejadian tersebut,” tutup Wahid.

Pihaknya juga mengaku terus berkoordinasi dengan PT Pelindo 3 sebagai induk perusahaan yang menyediakan jasa pemandu kapal tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan itu sempat terhenti beberapa jam. Namun menjelang pukul 22.00 WIB, aktivitas sudah kembali normal.

Sementara itu, Direktorat Polair Polda Jateng masih memastikan kronologis kejadian itu. Menurut Dirpol Air Polda Jateng Kombes Pol Ristanto, pihaknya tak mempunyai wewenang jika kapal tersebut masuk ke pelabuhan dengan dipandu kapal tunda.

“Masih dicek, apakah kapal tersebut saat akan masuk dipandu atau tidak. Jika kapal tidak dipandu kapal tunda maka menjadi kewenangan kepolisian untuk menangani,” terangnya.

Namun, jika kapal tersebut kapal tersebut dipandu saat masuk pelabuhan dan tidak ada korban jiwa, maka kewenangan berada pada pihak Syahbandar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.