Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Sidomukti Pati Diajari Bikin Mocaf dari Singkong Bernilai Ekonomi Tinggi

 

MURIANEWS.com, Pati – Singkong atau ketela pohon di Kabupaten Pati kini tengah melimpah karena memasuki masa panen. Biasanya ketela diproduksi menjadi tepung tapioka, tetapi warga Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Pati diajari cara lain mengolah ketela menjadi produk yang lebih mahal harganya, yakni tepung mocaf.

Selain prosesnya yang tidak membutuhkan banyak peralatan, biaya produksinya pun bisa ditekan seminimal mungkin. Ditambah lagi, harga mocaf di pasaran juga terbilang tinggi. Tentu, hal itu akan sangat bermanfaat bagi industri rumahan.

Adalah Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Unnes Semarang, Banowati yang membagikan hasil penelitiannya terkait mocaf tersebut. Dia menilai, apabila warga Sidomukti bisa membuat mocaf, tentu hal itu akan bisa menambah penghasilan warga.

“Mocaf ini dibuat dari ketela pohon. Bahkan dasarnya sama dengan tepung tapioka. Tetapi, dalam pengolahan mocaf tidak ada sedikitpun dari ketela tersebut yang tersisa. Bahkan, limbahnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair,” katanya usai memberikan pelatihan pembuatan tepung mocaf di Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Sabtu (13/7/2019).

Untuk cara pembuatannya sendiri, warga terlebih dahulu bisa membeli ketela pohon dari petani. Kemudian ketela itu dikupas lalu dipotong kecil-kecil dan tipis.

Setelah proses pemotongan selesai, selanjutnya ketela itu direndam selama 12 jam. Untuk hasil yang maksimal, lebih lama perendaman akan lebih baik. Tetapi untuk mempercepat, ada juga cairan atau enzim yang bisa dicampurkan ke dalam air rendaman tersebut.

Perendaman selesai, selanjutnya ketela dikeringkan di bawah terik matahari dengan menggunakan tampah dari anyaman bambu. Hal itu agar sisa air yang masih menempel di ketela, bisa sepenuhnya bersih dan kering.

“Kalau sudah kering, ketela itu kemudian dihaluskan. Ketika sudah halus itulah yang namanya mocaf. Satu kilogram ketela pohon bisa menjadi 3 gram mocaf,” terangnya.

Selain cara pembuatan, Eva juga memberikan gambaran atau analisis pasar terhadap penjualan mocaf tersebut. Menurutnya, harga mocaf di pasaran terbilang cukup tinggi, yakni hingg Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi di tingkat produsen, biasanya dijual seharga Rp 10 ribu per kilogram.

“Kebutuhan mocaf sebagai pangan alternatif sendiri masih sangat dibutuhkan. Bahkan permintaan juga sangat banyak. Kalau warga Sidomukti bisa membuat mocaf ini, tentunya akan mampu menumbuh kembangkan perekonomian mereka,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...