Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tiga Serangkai Ini Bisa Curi Motor Tanpa Alat Bantu Apapun, Begini Caranya

0 131

MURIANEWS.com, Magelang – Tim Buser Sat Reskrim Polres Magelang, dipimpin AKP Bayu Puji Hariyanto berhasil menangkap tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor yang telah malang melintang di wilayah Kabupaten Magelang. Bahkan dalam aksinya, para pelaku ini tak memerlukan alat bantu untuk mencuri.

Padahal biasanya para pelaku curanmor menggunakan alat seperti kunci T, ataupun obeng untuk merusak rumahan kunci. Namun mereka tak menggunakan alat ini.

Ketiga pelaku yang terdiri dari RAS (24), warga Desa Wringin Putih, Borobudur, Magelang, EAS (17), warga Kedungsari Magelang Utara, Magelang, dan RY (25), warga Ringin Anom, Borobudur, Magelang ini hanya menggunakan cara unik. Yakni dengan menggunakan kaki.

Itupun hanya digunakan untuk mendorong motor curiannya dari lokasi. Cara ini memang konvensional dan rawan terpergok, namun nyatanya para pelaku telah 10 kali mencuri dengan menggunakan cara ini.

“Dalam operandinya pelaku berboncengan tiga. Setelah mendapatkan sasaran berupa sepeda motor yang tidak terkunci stang, kemudian tersangka EAS langsung mengambil dengan cara dinaiki kemudian dua temannya mengawasi dan mendorong cara stap didorong pakai kaki, hingga situasi dianggap aman,“ kata Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Sabtu (13/7/2019).

Menurut kapolres, ketiga pelaku ditangkap tim Buser Polres Mgelang di Wilayah Borobudur, Senin 8 Juli 2019, sekitar pukul 22.30 WIB.

Dalam pemeriksaan dan pengembangan kasus, diketahui jika ketiga pelaku telah melakukan di 10 TKP di Wilayah Kabupaten Magelang. Selain kendaraan bermotor mereka juga mencuri beberapa sepeda ontel.

Barang-barang hasil curiannya dijual dengan cara ditawarkan di group Facebook jual beli kendaraan bermotor Boyolali. Setelah transaksi melalui medsos itu, pelaku dan calon pembeli melakukan COD.

Salah satu pelaku RAS juga diketahui sebagai seorang residivis kasus yang sama. Ia pernah mendekam di tahanan selama 10 bulan dan baru bebas pada 2018 lalu.

Dalam pengakuannya, RAS menyebut jika uang hasil penjualan barang curian itu digunakan untuk bermain game online.

“Cara penjualan dan penawaran hasil pencurian kami tawarkan melalui media sosial FB, Group Jual Beli Kendaraan Boyolali dan hasil penjualan habis kebanyakan buat bermain Games On Laine,“ akunya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya ketiga pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.