Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, 683 Calhaj di Kudus Dibolehkan Berangkat Haji Asal dengan Pendamping

0 481

MURIANEWS,com, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah melakukan cek kesehatan kepada 1.078 calon jemaah (calhaj) asal Kudus. Pemeriksaan dilakukan dua tahap. Alhasil, sebanyak 378 dinyatakan murni sehat dengan diperbolehkan berangkat. Sementara, 683 calhaj dinyatkan bisa berangkat dengan pendampingan, baik obat,alat, atupun orang.

Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Anik Fuad mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus telah melakukan pemeriksaan kepada para calhaj asal Kota Kretek. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap. Pertama pemeriksaan kesehatan pada bulan November 2018 lalu dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada bulan Februari 2019 lalu.

“Untjuk calhaj yang kami periksa ada 1.078. Cuman untuk yang pendamping haji belum ada hasilnya. Sehingga data itu baru calhaj saja,” Katanya, Jumat (12/7/2019).

Ia mengatakan, pemeriksaan meliputi beberapa hal. Seperti dicek up darah, urin, rongsen, hingga UKG. Untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh masing-masing puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.

“Pada saat pemeriksaan itu kemarin sempat ada yang perlu rujukan. Kami akan rujuk untuk menjalani perawatan. Sehingga nantinya pada saat pemberangkatan haji tidak ada kendala terkait kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut, dari data yang didapatkan jumlah calhaj yang dinyatakan sehat betul ada 378 calhaj. Kemudian untuk usia lebih 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 162 calhaj. Berikutnya, usia dikurang 60 tahun dengan penyakit ada sebanyak 464 calhaj. Serta usia 60 tahun tanpa penyakit ada sebanyak 59 calhaj.

“Dapat kami simpulkan dari hasil pemeriksaan itu kemarin ada sebanyak 378 calhaj dinyatakan istitoah (sehat) dan boleh berangkat. Kemudian 683 calhaj dinyatakan istitoah namun harus disertai dengan pendampingan, bisa pendampingan obat, alat dan orang. Misalnya hipertensi setiap hari harus minum obat,” ungkapnya.

Dengan begitu, melalui pemeriksaan ini nantinya diharapkan sebelum berangkat haji para calhaj diketahui penyakitnya. Apalagi, dapat mendeteksi penyakit para calhaj lebih awal.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.