MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Jepara Terbitkan Ribuan SIM dan STNK Sementara

0 183

MURIANEWS.com, Jepara – Habisnya material untuk pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM), membuat Polres Jepara harus mengambil kebijakan khusus. Langkah tersebut diambil agar pelayanan STNK dan SIM kepada masyarakat tetap bisa dilaksanakan.

Kanit Reg Indent Satlantas Polres Jepara, Ipda Agus Umar menyatakan, untuk STNK, karena materialnya habis, maka pihaknya mengeluarkan notice dengan menggunakan STNK lama.

STNK yang lama yang diproses oleh masyarakat diberi tanda khusus (stempel), dan berlaku sebagai STNK sementara. Kebijakan ini dilakukan karena pemohon STNK di Jepara jumlahnya banyak. Dalam sehari bisa mencapai ratusan pemohon.

“Untuk masalah STNK sendiri, sejak Juni 2019 lalu kami sudah mengeluarkan sekitar 3000-an STNK sementara. Nanti setelah material ada, akan langsung kami ganti dengan yang asli,” ujar Ipda Agus Umar, Jumat (12/7/2019).

Situasi yang hampir sama juga terjadi untuk pelayanan SIM bagi masyarakat. Karena material habis, akhirnya diambil kebijakan untuk menerbitkan SIM sementara.

SIM Sementara ini berupa secarik surat yang berisi keterangan mengenai legalitas pemegangnya untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Baca: Polres Jepara Kehabisan Stok Material SIM, Pelat Nomor dan STNK

Sampai sejauh ini, Polres Jepara sudah menerbitkan sekitar 3000-an SIM sementara bagi masyarakat yang mengurus SIM. Setiap hari ada sekitar 20-30 orang pemohon SIM baru. Sedangkan yang mengurus perpanjangan SIM jumlahnya mencapai sekitar 50-an orang dalam seharinya.

“Langkah tersebut kami lakukan agar pelayanan STNK dan SIM tetap bisa dilaksanakan. Nanti kalau sudah ada material mereka langsung dihubungi untuk diganti yang asli. Secara administrartif STNK dan SIM sementara itu berlaku sama dengan yang asli,” terangnya.

Sedangkan untuk pelat nomor, karena habisnya stok material sudah berlangsung sejak sebelum Mei 2019, maka tanggungan yang harus diselesaikan sudah banyak. Dari data yang ada, sudah ada sekitar 8.000-an pelat nomor yang belum bisa dicetak.

Masyarakat yang belum mendapatkan pelat nomor dari pengurusan yang dilakukan, akan segera dihubungi jka sudah ada materialnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.