Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

63 Praktik Penambangan Ilegal di Jateng Disetop, Telah Keruk 73,48 Hektare

0 339

MURIANEWS.com, Semarang – Aktivitas penambangan liar di 63 titik di Jawa Tengah dihentikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng. Pemerintah menyebut aktivitas ini sebagai aksi pencurian, karena dilakukan tanpa izin dan menggunakan alat berat.

Sebanyak 63 titik lokasi penambangan itu tersebar di 29 kabupaten di Jateng. Total lahan yang dikeruk dari puluhan aktivitas penambangan itu mencapai 73,48 hektare.

”Aksi pencurian galian ini dilakukan dengan mengeruk menggunakan alat berat. Rata-rata yang diambil adalah tanah urug serta pasir dan batu,” kata Kepala Dinas ESDM Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko.

Tak hanya menghentikan secara paksa aktivitas penambangan itu, pihaknya yang bekerja sama dengan Polda Jateng juga menyita sejumlah alat berat yang digunakan untuk penambangan.

Sebagian besar aksi pencurian bahan galian itu dilakukan di sekitar lereng Gunung Merapi seperti di Klaten, Magelang, dan Boyolali. Meski demikian ada juga dari daerah lain, seperti di Purbalingga, Wonosobo, Banyumas dan wilayah pantura.

Saat ini kasus tersebut telah diserahkan ke Polda Jateng untuk dilakukan penanganan. Polisi menurutnya akan melakukan penindakan pidana dalam kasus ini.

“Mereka ini pencuri dan masuk ranah pidana, ini bukan tambang rakyat karena sudah menggunakan alat-alat berat,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, jajaran Dinas ESDM Jateng telah melakukan identifikasi pada wilayah-wilayah pencurian bahan galian itu.

“Pertama, apakah wilayah tersebut termasuk kawasan yang diperuntukkan untuk tambang atau tidak. Jika iya, maka pelaku dibina dengan mengurus perizinan sesuai regulasi, sementara aktivitas disetop lebih dulu,” tuturnya.

Namun, jika pelaku enggan menaati aturan dan tetap beraktivitas, kata dia, maka penanganannya diserahkan pada pihak kepolisian. Sudjarwanto menegaskan bahwa saat ini pegurusan izin pertambangan tidak sulit dan gratis.

“Cepat atau tidaknya proses perizinan tinggal kelengkapan persyaratannya, kadang pelaku (tambang) ini beralasan susah izin. Sekarang coba urus, sebutkan izin yang sulit dan berbayar mana? Semua sudah dipermudah dan tidak perlu bayar,” terangnya.

Saat ini semua aktivitas tambang harus dilengkapi dengan papan nama yang dipasang di lokasi. Papan nama tersebut berisi informasi mengenai nama perusahaan dan nomor IUP, masa berlaku, jenis komoditas yang ditambang dan lokasi tambang mencakup wilayah mana saja.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.