MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gubernur Beri Solusi untuk Pecah Krisis Air di Lereng Merapi

0 40

MURIANEWS.com, Klaten – Gubernur Jawa Tengah mendapat keluhan dari warga di lereng Gunung Merapi yang mengalami krisis air selama musim kemarau melanda. Keluhan itu salah satunya muncul dari warga di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Bahkan warga langsung menyampaikan langsung keluhan itu ketika Ganjar mengunjungi desa itu untuk menyalurkan bantuan 30 tangki air bersih, Kamis (11/7/2019). Warga mengeluh sejak tiga bulan terakhir sudah sulit mendapatkan air bersih.

“Mereka mengeluh karena sulit mendapatkan air bersih. Sebenarnya ada sumber mata air, namun lokasinya sangat jauh dari desa itu,” kata Ganjar, Jumat (12/8/2019).

Sumber mata air yang dimaksud Ganjar itu berada di bawah Desa Balerante. Posisi Desa Balerante ini memang paling tinggi di antara desa lainnya di lereng Merapi, sehingga untuk mengalirkan air dari sumber tersebut ke Balerante sangat sulit untuk dilakukan.

Ganjar pun langsung memerintahkan Kepala Desa Balerante, Sukono (40) untuk melakukan kajian guna menarik air dari bawah desa menuju Balerante.

Ia juga memberi waktu selama dua pekan untuk melakukan hal itu, dan segera menyusun proposal pembiayaan untuk diajukan kepada Pemprov Jateng.

“Saya minya dikaji kemudian dihitung berapa biayanya. Setelah itu ajukan ke saya. Saya kasih waktu maksimal dua pekan untuk menghitung, kalau sudah ada nanti saya bantu. Soal anggaran, biar urusan saya dengan bupati (Bupati Klaten Sri Mulyani),” ujarnya.

Ganjar mengatakan, persoalan kekeringan memang kerap melanda warga di lereng gunung. Kalau di lereng Merapi ada Kabupaten Klaten, Magelang, sementara di lereng gunung Slamet ada Purbalingga dan sekitarnya.

Solusi yang harus dilakukan memang menurut dia, mengalirkan air dari sumber terdekat dengan desa.

“Kalau posisi sumber air ada di atas desa, itu mudah. Persoalannya ini sumbernya di bawah, jadi agak repot. Tapi bisa dibuat bertingkat dan ada pompanya. Memang agak mahal, tapi nanti biar Pak Kades menghitung,” jelasnya.

Selain itu menurut dia, solusi ini bisa dilakukan dengan membentuk BUMDes yang bergerak dalam penyediaan air minum bagi masyarakan.

“Sebenarnya ini bisa dijadikan bisnis, bisa jadi Bumdes atau seperti Pamsimas. Tinggal ngitung saja berapa harganya, butuh diesel berapa, perawatan berapa dan lainnya. Saya minta segera diajukan, nanti saya carikan anggarannya,” tandasnya.

Sementara itu, Sukono yang baru beberapa waktu lalu dilantik mejadi Kades Balerante ini menyebut, jika memang dibutuhkan biaya yang sangat mahal untuk menarik air dari sumber di bawah desanya. Oleh karenanya, ia langsung wadul masalah ini kepada gubernur.

Selain itu, Sukono juga menyebut jika di desanya terdapat tanah desa seluas 5 hektare. Lahan itu bisa digunakan untuk pembuatan embung guna mengatasi kekeringan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.