MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BPBD Grobogan Libatkan Kaum Difabel Tangani Bencana

1 89

MURIANEWS.com, Grobogan – BPBD Grobogan membentuk Unit Layanan Difabel (ULD) dalam rangka mendukung penanggulangan bencana. Pembentukan ULD yang ketuanya dijabat oleh Budi Haryanto itu dilangsungkan di kantor BPBD Grobogan, Kamis (11/7/2019).

Dalam pembentukan unit tersebut, pihak BPBD mengundang perwakilan dari Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat Solo dan Komunitas Difabel Grobogan. Selain itu, sejumlah pihak yang berkaitan dengan penanggulangan bencana juga diundang. Seperti, Kwarcab Grobogan, PMI Kabupaten Grobogan serta pihak terkait lainnya.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulityoningsih mengengatakan, sejauh ini, belum banyak daerah di Jawa Tengah yang memiliki ULD. Menurutnya, dibentuknya ULD ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas difabel dalam penanggulangan bencana. Selain itu, penyandang difabel juga bisa melakukan penyampaian informasi atau mitigasi bencana pada masyarakat dan keluarganya.

Sementara itu, staf Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitas Bersumberdaya Manusia Solo Novianti mengatakan pembentukan unit ULD dinilai sangat penting. Sebab, masyarakat dengan disabilitas merupakan kelompok paling rentan saat terjadi bencana.

Disamping itu, selama ini pemerintah dinilai belum sepenuhnya memahami kebutuhan disabilitas. Dengan terbentuknya unit ini, diharapkan masyarakat disabilitas bisa memberikan informasi terkait kebutuhan dari kelompoknya.

“Dengan sinergitas dan koordinasi yang baik antara kelompok difabel dan BPBD diharapkan mereka nantinya bisa terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Selain itu, mereka bisa membantu dalam menginformasikan hal yang terkait dengan isu-isu kebencanaan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat dengan disabilitas bisa terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penanganan bencana. Mereka bisa ditugaskan untuk membantu proses pemulihan psikologi pascabecana maupun membantu kebutuhan pendataan atau logistik dan dapur umum.

“Tidak menutup kemungkinan, mereka juga bisa dilatih pertolongan pertama. Dengan demikian, paling tidak mereka mengetahui apa yang harus dilakukan saat menolong korban kecelakaan,” ujarnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

  1. Karimunjawa berkata

    Bagus semua bisa terlibat…

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.