Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Praktik Ekspor Bahan Baku Kayu PMA di Jepara Diduga Sudah Bertahun-tahun

0 326

MURIANEWS.com, Jepara – Sinyalemen adanya praktik ekspor bahan baku kayu oleh sejumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) di Jepara mendapatkan perhatian serius. HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kayu Indonesia) Jepara menyatakan akan terus melakukan upaya untuk menindak-lanjutinya.

Ketua HIMKI Jepara, Maskur Zaenuri menyatakan praktik ini jelas-jelas merupakan persoalan sangat serius bagi dunia industri kayu di Jepara. Karena yang dilakukan menyalahi larangan yang telah ditetapkan pemerintah. Ironisnya sampai saat ini, praktik ini masih berjalan seakan tidak ada masalah.

Berdasarkan pendalaman yang dilakukan pihaknya, perusahaan ini menjalankan ekspor bahan baku sudah bertahun-tahun. Usaha ini sebenarnya kamuflase dengan menggunakan usaha berbasis wood working (kayu olahan). Namun diduga, dalam praktiknya tidak mendasarkan pada persyaratan yang ditetapkan pada produk kayu olahan.

“Yang namanya produk kayu olahan, seharusnya diproses dan juga memenuhi persyaratan tertentu. Di antaranya soal ukuran batasan yang diperbolehkan dan syarat administratifnya. Tapi yang terjadi ini adalah bahan baku digergaji, dioven terus dikirim,” ujar Maskur Zaenuri, Kamis (11/7/2019).

HIMKI Jepara, menurut Maskur Zaenuri sudah melakukan investigasi selama hampir 4 bulan. Hasilnya sudah ada ada data-data yang bisa dijadikan sebagai dasar mengambil langlah selanjutnya. Pihaknya berharap masalah ini bisa segera ditangani dengan benar dan tegas.

Dalam dua pekan ke depan, pihaknya berencana untuk bisa segera melakukan sebuah kegiatan FGD (Forum Grub Discusion) dengan sejumlah pihak terkait. Di antaranya dengan pihak Sucofindo selaku leading sektor dan pihak Bea Cukai.

“Kami mendalami kasus ini selama hampir 4 bulan. Dengan harus blusukan, menyamar untuk bisa mendapatkan informasi. Hasilnya kami dapat data dan gambar real di dalam perusahaan itu,” tegas Maskur Zaenuri.

Adanya praktik ekspor bahan baku, jelas merupakan sebuah masalah sangat serius. Karena pemerintah secara tegas telah melarang hal itu dilakukan. Dampak yang bisa muncul dari praktik ini adalah kelangkaan bahan baku kayu.

Salah satu contoh yang sudah terjadi adalah langkanya kayu Sono keling. Pada tahun 2000-an jenis ini hanya sebagai kayu alternatif yang harganya murah dan terjangkau. Namun saat ini harganya sudah mencapai Rp 12 juta/kubik. Bisa jadi hal ini karena praktik yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Praktik semacam ini akan berdampak pada semua pelaku industri baik di Jepara maupun secara nasional. Karena perusahaan ini kabarnya tidak hanya di Jepara tapi juga di beberapa daerah, termasuk di Surabaya dan Pasuruhan,” tegas Maskur Zaenuri.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.