Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Kudus Buka TMMD Sengkuyung II 2019

0 43

MURIANEWS.com, Kudus – Bupati Kudus, HM Tamzil resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II tahun 2019, Kamis (11/7/2019) pagi. Bertempat di lapangan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Tamzil menekankan TMMD sebagai alat untuk percepat pembangungan di daerah pinggiran.

Pewujudkan nol persen Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Kudus juga diharapkan bisa disinkronkan pada kegiatan tahunan tersebut. Dengan tujuan, Kudus bisa terbebas dari fenomena BABS.

Menurutnya, sudah saatnya Kudus bebas dari BABS. Mengingat berbagai daerah di Kabupaten Kudus sudah ada dalam taraf yang maju. SDM di Kudus juga dirasa makin berkualitas, kreatif dan inovatif. Sehingga kemungkinan warga untuk BABS sangat sedikit.

“Kegiatan TMMD bisa disinergikan dengan canangan tersebut,” ucapnya.

Terkait TMMD, Tamzil mengharapkan agar program ini bermanfaat bagi semua. Kekompakan dan sinergitas antara TNI dan komponen masyarakat juga diharapkan bisa terjalin dengan sempurna. Ia pun berpesan dalam pengerjaan program haruslah bersungguh-sungguh.

Sementara itu, Dandim 0722 Kudus, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo menjelaskan, sasaran program TMMD sengkuyung Tahap II 2019 yang dikerjakan berupa fisik dan non fisik. Sasaran fisik akan berupa betonisasi jalan sepanjang 547 meter dengan lebar tiga meter. Untuk ketebalan cor akan berkisar di angka 15 sentimeter.

Sedangkan untuk non fisik akan berupa penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Yang meliputi penyuluhan KB, penyuluhan radikalisme, dan terorisme, penyuluhan bela negara, penyuluhan anti narkoba, penyuluhan mental dan agama, serta penyuluhan Kamtibmas.

“Kegiatan TMMD akan berupa seperti itu,” kata Sentot

Kegiatan TMMD 2019  akan dilaksanakan kurang lebih selama satu bulan. Terhitung hari ini (11/7/2019) hingga 11 Agustus 2019 mendatang. “Secara keseluruhan tahun ini sama seperti TMMD di tahun sebelumnya, tahun depan baru lebih besar karena TMMD Reguler,” ucapnya.

Sementara soal sinkronisasi TMMD dan pencanangan nol persen BABS, Sentot menjelaskan pihaknya telah membangun kurang lebih 900 jamban selama dua tahun ini. Pembangunan jamban dilakukan di berbagai daerah di Kota Kretek dengan tujuan pengurangan BABS.

“Jika diminta, kami siap menjalankan program jambanisasi kembali,” jelas Sentot.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.