Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Diduga Ada 3 Perusahaan Asing di Jepara Ekspor Ilegal Bahan Baku Kayu ke China

0 255

MURIANEWS.com, Jepara – Himpunan Industri Mebel Kayu Indonesia (HIMKI) Jepara, mensinyalir adanya praktik melanggar hukum yang dilakukan sejumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) di Jepara. Sinyalemen ini terungkap dalam acara Sarasehan Pelaku Industri Kayu dan Kerajinan I, Kamis (11/7/2019) di Hall Maribu.

Sarasehan yang menghadirkan dua orang narasumber masing-masing Andang Wahyu Triyanto (Ketua Kadin Jepara) dan Wirahadi (Pengurus DPP HIMKI Jepara), berlangsung serius. Sebuah permasalahan yang dilontarkan mengenai sinyalemen adanya kegiatan ilegal beberapa perusahaan PMA di Jepara menjadi pemicunya.

Adalah Manggara Simbolon, salah seorang pengurus HIMKI Jepara yang kali pertama melontarkannya. Simbolon menyatakan, pihaknya telah melakukan sebuah penyelidikan mengenai adanya praktik yang dimungkinkan merugikan para pelaku industri kayu di Jepara.

Simbolon menyebut, setidaknya ada 3 perusahaan PMA yang disinyalir melakukan kegiatan ekspor bahan baku kayu ke China. Praktik ini menurutnya jelas menyalahi ketentuan, karena pemerintah telah melarang adanya ekspor bahan baku kayu, mengingat semakin sedikitnya bahan baku untuk kepentingan dalam negeri.

“Kami menemukan sejumlah informasi yang cukup mengaggetkan. PMA ini melakukan ekspor bahan baku kayu dalam jumlah yang fantastis. Kami sudah melakukan pendalaman terkait hal ini, dan mohon bisa ada tindak lanjut setelah forum ini,” ujar Simbolon.

Simbolon menyebut, keberadaan PMA bermasalah ini ada di Batealit, Langon dan Bawu. Dengan modal besar yang dimiliki, mereka mengepul beberapa jenis kayu. Di antaranya jati, mahoni dan sono keling.

Kayu-kayu tersebut hanya diprofil pada bagian pinggir sehingga sudah dianggap sebagai kayu olahan. Dan kayu-kayu ini dikirim ke China.

Dari pendalaman yang dilakukan pihaknya, dalam sebulan mereka mengirim sekitar 3.000 meter kubik kayu ke China menggunakan kontainer.

Praktik ini diperkirakan sudah berlangsung sekitar dua tahunan. Diyakini, praktik ini memberi dampak bagi dunia industri kayu, terkait dengan persoalan bahan baku kayunya.

“Dari sisi aturan ekspor, kami yakin ada pelanggaran di dalam praktiknya. Dampaknya jelas sangat merugikan dunia industri mebel kayu di Jepara. Mohon bisa ada tindak lanjut soal ini,” tambah Simbolon.

Wirahadi, pengurus DPP HIMKI, menyatakan pihaknya cukup terkejut dengan informasi ini. Meski demikian pihaknya meminta tetap bersikap hati-hati. Jika memang ada data-data valid mengenai hal ini, pihaknya siap meneruskan hal ini di tingkat pusat.

Menurutnya, praktik-praktik seperti ini memang bisa saja terjadi. Data-data yang kuat bisa digunakan untuk membongkarnya. Sehingga tidak membuat pihak-pihak lain yang berkaitan tidak merasa disudutkan.

“Kami kira kita bisa meneruskan temuan ini ke pembahasan di tingkat yang lebih tinggi. Kalau data-datanya lengkap, saya akan bawa permasalahan ini ke pusat,” ujar Wirahadi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.