Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Butuh Kerja Keras Serap Dana Rp 9,7 Triliun untuk Infrastruktur di Jateng

0 63

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah. Dana yang dialokasikan melalui APBN 2019 itu mencapai Rp 9,5 triliun.

Namun tampaknya, instansi yang menangani masalah infrastruktur ini harus kerja keras untuk menyerap seluruh anggaran tersebut.

Pasalnya, hingga semester pertama tahun 2019 ini dana yang terserap baru sekitar Rp 1,997 triliun. Sementara waktu yang tersisa kurang dari enam bulan.

“Baru sekitar 20,9 persen (dana infrastruktur) yang terserap. Ini memang berat dan perlu kerja keras di sisa bulan yang ada di 2019 ini,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Jateng, Sulaimansyah, Kamis (11/7/2019).

Ini dikatakannya saat memaparkan capaian penyaluran dana APBN 2019 di Gedung Keuangan Negara (GKN) I Kota Semarang.

Upaya untuk menyerap seluruh dana itu harus semakin besar. Karena saat ini masih ada dana dari APBN 2019 untuk Jawa Tengah yang terblokir.

Termasuk di antaranya dana untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) yang konsentrasinya memang dalam hal infrastruktur. Total dana APBN untuk Jateng yang terblokir tercatat sebanyak Rp 236,47 miliar.

Sementara alokasi anggaran untuk Kementerian PUPR yang terblokir sebanyak Rp 161,88 miliar. Dana KemenPUPR ini menjadi yang terbanyak dari 10 kementerian yang anggarannya masuk daftar blokir.

“Di bawah KemenPUPR ada Kementerian Agama dengan Rp 6,8 miliar dan Kementerian Kesehatan sebesar Rp 1,9 miliar,” ujarnya.

Pemblokiran dana itu disebabkan beberapa hal. Namun yang paling utama menurut dia, karena adanya kekurangan persyaratan dalam adminsitrasi pengajuan dana.

Oleh karenanya, pihaknya melakukan langkah-langkah strategis agar dana yang terblokir itu bisa segera dicairkan untuk membiayai berbagai macam proyek pembangunan.

“Kami berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga yang anggarannya terblokir untuk segera melengkapi syarat pengajuan. Selain itu juga segera mengajukan pembukaan blokir ke Kemenkeu,” katanya.

Anggaran infrastruktur sebesar Rp 9,5 triliun ini menurut Sulaimansyah setara dengan 23,4 persen dari total dana APBN yang dikucurkan di Jateng. “Fokus infrastruktur yakni konektivitas antardaerah dan ketahanan pangan,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.