Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pengeringan Bendungan Logung Diharapkan Tak Ganggu Masa Tanam Petani

0 591

MURIANEWS.com, Kudus – Pengeringan (impounding) Bendungan Logung yang sedang berjalan diharapkan tidak mengganggu irigrasi pertanian pada Musim Tanam (MT) I Oktober mendatang. Pasalnya, air bendung yang berada di Desa Kandangmas Kecamatan Dawe dengan Desa Tanjungrejo Jekulo tersebut sangat dibutuhkan petani sekitarnya.

Camat Jekulo Kudus Wisnu Brata Jayawardhana meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku pengelola bendungan untuk memperhatikan masalah tersebut. Harapannya, para petani di daerah Mejobo dan Jekulo yang terdampak langsung tetap dapat menjalankan aktivitas bercocok tanam.

“Kami tahu betul tujuannya untuk sertifikasi, hanya mohon diperhitungkan untuk irigrasi petani,” katanya.

Meski begitu, Wisnu berharap proses pengeringan bendungan bisa berjalan lancar. Apalagi pengeringan tersebut bertujuan untuk pengecekan dan evaluasi terakhir kondisi bendungan guna mendapatkan sertifikasi kelayakan dan keamanan.

“Semoga ada jalan keluarnya dan dua-duanya bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Serang, Lusi, dan Juana (Seluna) Noviyanto menyatakan, pengeringan Bendungan Logung tidak dilakukan secara total. Dengan harapan, sisa stok air yang ada bisa dimanfaatkan untuk irigasi lahan persawahan pada MT I mendatang.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar air di bendungan tidak dihabiskan secara total,” katanya.

Pihaknya berharap, pengeringan bisa dilakukan secara bertahap hingga memasuki MT I di Oktober 2019 nanti.  Sedang pada  bulan berikutnya, diperkirakan sudah turun hujan. Sehingga kebutuhan air lahan pertanian juga akan terbantu.

“Semoga bisa sesuai harapan,” lanjutnya.

Data dari BPSDA Seluna, lahan sawah tersedia yang  selama ini memanfaatkan air irigasi dari Logung mencapai 2.805 hektare. Dengan adanya pengosongan air bendungan yang diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga bulan, maka suplai air irigasi untuk MT II tahun 2020 tidak ada persoalan.

Sebelumnya, Kepala Satker Pembangunan Bendungan BBWS Pemali Juwana, Ign Carya Andi mengatakan, Bendungan Logung hingga kini masih dalam masa pemeliharaan. Desember 2019 nanti dilakukan Final Hand Over (FHO).

“Butuh waktu masing- masing sekitar dua hingga tiga bulan untuk pengosongan dan pengisian kembali,” jelas Andi didampingi Konsultan Bendungan Logung,  Dodhy Indrawirawan beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.