MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Pranowo Tiba-tiba Jadi Polisi Berpangkat Kombes

0 14.477

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jadi polisi. Tak main-main, pangkatnya pun cukup tinggi, langsung perwira menengah Komisaris Besar (Kombes).

Ganjar pun terlihat gagah mengenakan seragam polisi, dengan tanda pangkat tiga melati emas di pundaknya. Ganjar terlihat mengenakan seragam ini di kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (9/7/2019) malam.

Namun ini bukan sebenarnya. Memang Ganjar saat kecil sempat berkeinginan menjadi polisi, karena ayahnya juga seorang polisi.

Namun ketika Ganjar mengenakan seragam polisi itu, merupakan bagian dari akting. Saat itu Ganjar tengah mengikuti syuting film berjudul ’Sang Prawira’ garapan Sutradara Ponti Gea.

Film ini rencananya mulai tayang di Bioskop XXI mulai 1 Oktober 2019. Film ini memang menceritakan tentang kehidupan seorang taruna polisi.

Dalam film yang dibintangi 95 persen personel anggota Polda Sumatera Utara dan bintang ternama dari Jakarta Anggika Bolsterli itu, Ganjar berperan sebagai dosen Akpol berpangkat Kombes dan mengajar mata kuliah Pancasila di tingkat IV.

Ganjar Pranowo ketika berperang sebagai sebagai polisi berpangkat Kombes. (MURIANEWS.com)

Ganjar mengaku, ayahnya yang seorang polisi menginginkan Ganjar juga menjadi seperti dirinya. Ganjar pun mengaku langsung teringat ayahnya ketika main di film ini.

“Bapak saya itu dulu mengharapkan ada anaknya yang menjadi polisi. Harapan itu ditujukan kepada saya. Kalau jadi polisi angkatan 90, mungkin sekarang berpangkat Kombes atau bintang satu. Akhirnya saya menjadi polisi, tapi di film. Saya jadi ingat bapak,” kata Ganjar.

Dalam adegan film, Ganjar mengajar di ruang kelas dan mengenakan seragam dinas kepolisian berpangkat Kombes. Ia menjelaskan tentang syarat sebuah negara besar itu memiliki energi, pangan, mineral, laut dan rakyat yang banyak.

“Tidak banyak negara yang seperti itu. Coba, sebutkan negara besar itu mana saja,” kata Ganjar kepada taruna dan taruni.

Tiga taruna yang berasal dari Medan (Horas), Sunda (Johanes) dan Jawa (Joko) menjawab tiga nama negara. India, Brazil dan Indonesia.

“Ya, Indonesia. Negeri ini akan makmur dan maju di masa depan. Dan di pundak kalian semua, negeri ini akan berkembang,” tandas Ganjar.

Sementara itu, sutradara Ponti Gea mengatakan, film yang rencananya berdurasi 100 menit itu bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita jadi polisi.

Selain melibatkan Ganjar Pranowo sebagai pemain, dirinya juga mengajak Bripka Herman Adi Basuki yang terkenal dengan sebutan Pak Bhabin.

“Kenapa kami melibatkan Bapak Gubernur Jateng, karena kami ingin menunjukkan kerja sama yang kuat antara kepolisian dengan pemerintah,” ujarnya.

Ponti menambahkan, film itu menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara istri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk di bangku SMA.

Si Ibu, kata Ponti, ingin menuruti kemauan anaknya jadi polisi sementara si bapak lebih condong anaknya bekerja di luar negeri, agar dapat menolong keuangan keluarga yang selama ini tergolong miskin.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.