Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada 4.693 Kursi SMA-SMK Negeri di Jateng Tak Terisi dalam PPDB

0 57

MURIANEWS.com, Semarang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA 2019 di Jateng telah usai. Selasa (9/7/2019) siswa yang dinyatakan diterima di SMA dan SMK negeri di seluruh Jateng telah diumumkan, dan mulai Rabu (10/7/2019) mereka melakukan proses daftar ulang.

Dari pengumumuan PPDB tingkat SMA itu, ternyata tak semua kuota yang disiapkan di tiap sekolah terisi. Dari total daya tampung SMA negeri di Jawa Tengah sebanyak 115.908 kursi, hanya 111.215 kursi yang terisi.

Sehingga masih ada 4.693 kursi di SMA dan SMK negeri di seluruh Jawa Tengah yang kosong. Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan, pihaknya tak akan menggelar PPDB gelombang kedua.

Dengan kondisi ini, maka ribuan kuota yang tak terpenuhi itu akan tetap dibiarkan kosong.

“Kursi kosong ya sudah kita biarkan. Karena memang tidak ada pendaftar,” kata Ganjar Pranowo, Rabu (10/7/2019).

Ia mengatakan, kursi yang kosong itu berada di daerah pinggiran dan semuanya berada di wilayah kabupaten, bukan kawasan perkotaan.

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sulistyo. Menurut dia, sekolah yang tak terisi penuh kuotanya semuanya berada di daerah pinggiran. Sementara para calon siswa di skeitar sekolah itu rata-rata mendaftar di kota.

“Yang SMA lokasinya di pinggiran. Sementara yang SMK itu terkait jurusan, karena peminatnya sedikit,” ujarnya.

Baca: 446 Pendaftar PPDB di Jateng Gunakan SKD Aspal, 2 Siswa Langsung Diblacklist

Sedangkan alasan lainnya kursi di SMA kosong yaitu di daerah peminat sekolah ke SMK lebih banyak. Salah satu contohnya di Kabupaten Purworejo yang masih menyisakan 281 kursi kosong di SMA Negeri.

Alasan lain yakni banyak pondok pesantren yang juga menyediakan madrasah aliyah (MA) swasta. Sehingga santri di ponpes itu dipastikan akan sekolah di MA tersebut ketimbang di SMA atau SMK negeri.

Kemudian sekolah swasta biasanya buka (pendaftaran) lebih awal tanpa zonasi. Sehingga banyak siswa yang sudah masuk ke sekolah tersebut.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.