MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masih Banyak Desa di Jepara Butuh Alat Deteksi Bencana

0 71

MURIANEWS.com, Jepara – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdianto, menyebut masih banyak peralatan pendeteksi bencana yang dibutuhkan di Jepara. Karena ada beberapa desa di daerah ini yang punya kerawanan tinggi terhadap bencana alam.

Dari semua desa yang ada, Desa Tempur di Kecamatan Keling, Jepara. memang yang paling berisiko. Hingga akhirnya mendapatkan prioritas saat ada bantuan dari BPBD Jawa Tengah.

Saat ini di Desa Tempur sudah dipasang 3 alat pendeteksi longsor dan satu pengukur curah hujan. Meski demikian, secara keseluruhan Desa Tempur sebenanya butuh sedikitnya 9 alat pendeteksi longsor.

“Karena kemampuan pemerintah baru 3 ya akhirnya dipasang dulu. Nanti kekurangannya bisa dibeli pemerintah desa sendiri. Bisa menggunakan APBDes untuk pengadaan alat seperti ini,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Senin (8/7/2019).

Kepada BPBD Jawa Tengah, sebenarnya Pemkab Jepara mengajukan permohonan bantuan untuk  beberapa desa. Semua disampaikan sesuai dengan kebutuhan peralatan yang dibutuhkan.

Baca: Desa Tempur Jepara Dipasangi 3 Alat Deteksi Longsor

Desa Tempur dari studi yang dilakukan minimal membutuhkan pemasangan peralatan peringatan dini di 9 titik. Kemudian di Desa Damarwulan yang berdekatan dengan Desa Tempur ada sekitar 5 titik, Desa Kunir sekitar 5 titik dan Desa Bungu sekitar 3 titik.

“Kami sebenarnya sudah mengajukan bantuan untuk semua kebutuhan tersebut. Namun BPBD Jawa Tengah sementara memberikan 4 alat. Sedangkan APBD Jepara belum bisa mengakomodir kebutuhan ini,” ujarnya.

Desa-desa yang berpotensi harus menghadapi bencana alam, diharapkan juga bisa segera memikirkan hal ini.

Mereka bisa melakukan pengadaan peralatan ini melalui APBDes masing-masing. Desa Tempur yang saat ini sudah dipasang peralatan pendeteksi dini bencana, bisa dijadikan rujukan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.