Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bunga Angsana Berguguran Diyakini Jadi Tanda Puncak Kemarau di Grobogan

0 2.766

MURIANEWS.com, GroboganKondisi sejumlah ruas jalan utama di kota Purwodadi, Grobogan dalam beberapa hari terakhir terlihat beda dari biasanya. Di mana, aspal jalan yang biasanya berwarna hitam berubah jadi kuning. Warna kuning ini berasal dari bunga angsana yang berguguran dan menutup aspal.

Seperti diketahui, sejumlah ruas jalan protokol di kawasan kota Purwodadi, memang ditanami banyak pohon angsana untuk penghijauan. Ketinggian pohon saat ini sebagian besar sudah mencapai 10 meter.

Dari pantauan di lapangan, saat ini, hampir semua pohon angsana itu tengah berbunga. Saat ada angin berhembus agak kencang, butiran bunga-bunga itu berguguran jatuh ke jalan dan trotoar. Bahkan, ada sejumlah kendaraan yang parkir dipinggir jalan juga terkena rontokan bunga.

Kondisi sejumlah ruas jalan utama di kota Purwodadi berubah jadi kuning yang berasal dari rontoknya bunga angsana. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Menurut keterangan warga, kondisi seperti ini, sudah rutin terjadi tiap tahun. Saat bunga berguguran, terlihat seperti salju turun.

“Biasanya, bunga ini mulai berjatuhan usai Subuh hingga pagi jam 08.00 WIB. Saat bunga berjatuhan, pemandangannya cukup menarik,” kata Wahyudi, warga jalan Hayam Wuruk, Senin (8/7/2019).

Wahyudi menjelaskan, rontoknya bunga angsana itu merupakan salah satu tanda alam. Dengan rontoknya bunga angsana ini maka menjadi tanda datangnya puncak musim kemarau.

“Dari cerita orang tua seperti itu. Kalau kembangnya sudah berjatuhan berarti sebentar lagi masuk puncak musim kemarau,” cetus Fahmi, warga jalan R Suprapto.

Sementara itu, rontoknya bunga angsana itu di satu sisi bikin repot petugas kebersihan. Sebab, setelah dibersihkan, kondisi jalan kembali berubah kuning.

“Memang rontoknya bunga angsana itu bikin sibuk petugas kami yang dilapangan. Tetapi, hal itu sudah kita antisipasi. Soalnya, kondisi ini terjadi tiap tahun,” kata Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.