Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Pesan KH Said Aqil untuk Pengurus PCNU Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj memberikan wejangan kepada PCNU Kabupaten Kudus yang baru dilantik. Said Aqil Siradj meminta untuk memantabkan wawasan kebangsaan untuk warga Kudus dan ulama di Kudus.

“Ya kita mantabkan wawasan kebangsaan untuk warga dan ulama Kabupaten Kudus. Kita punya prinsip yang tak tergeser, pemahaman islam yang wal jamaah dan toleran. Selain itu asas politik kita juga bernegara nasional, bukan negara agama,” katanya, Minggu (7/7/2019) malam.

Ia mengatakan, hal tersebut bisa dipelajari dalam beberapa kisah. Di antaranya, kisah Nabi Muhammad SAW yang saat itu hijrah di Kota Yatrip yang berjarak 445 KM dari Kota Makkah. Di kota tersebut Nabi Muhammad mendapatkan masyarakat yang plural. Ada penduduk yang beragama islam namun juga ada pendudukan yang bukan negara islam.

Nabi setelah melihat kenyataan itu, tidak mempermasalahkan. Bagi Rosulullah meskipun masyarakat plural namun memiliki satu misi, citanya sama, garis besarnya sama. Itu semua satu umat.

“Jadi kesimpulannya, pada 15 abad yang lalu telah berhasil membangun komunitas yang modern. Tidak di atas agama ataupun suku. Tetapi di atas konstitusi dengan visi misi yang sama. Oleh karena itu Nabi tidak memproklamirkan negara islam,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Kiai Said, prinsip kebangsaan berdasarkan Undang-Undang tahun 1945 ini merupakan hasil dari itjihad ulama. Karena yang mendirikan negara Indonesia ini bukan hanya jasa perseorangan dari Soekarno ataupun Hatta. Tetapi juga peran para ulama seperi Kiai Hasyim Asy’ari dan tokoh islam lainnya.

“Kiai Hasyim Asy’ari memiliki jargon hubbul wathon minal iman, nasional bagian dari iman. Oleh karena itu, bagi NU, NKRI harga mati. Dalam beragama NKRI, UUD 45, Bhineka tunggal ika adalah harga mati,” ungkapnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...