Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tilep Rp 20 Juta dari Korbannya, Dukun Pengganda Uang Abal-abal Dibekuk Polisi

0 88

MURIANEWS.com, Purbalingga – Seorang dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang dibekuk jajaran Polsek Purbalingga. Ia ditangkap lantaran telah melakukan penipuan dan membawa kabur uang sebesar Rp 20 juta dari korbannya.

Pelaku berinisial TH (44) warga Kembaran Kulon, Purbalingga yangmenetap di Kecamatan Sokaraja, Banyumas itu, telah memperdayai Akhmad Budiman (40) warga Kelurahan Kuta, Banjarnegara.

Kepada Akhmad, pelaku mengaku bisa menggandakan uangnya hanya dalam waktu semalam. Tergiur dengan ucapan pelaku, Akhmad lalu menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta kepada pelaku untuk digandakan.

Namun, keesokan harinya saat pelaku dihubungi mengaku jika ritual penggandaan uang yang dilakukannya gagal. Saat didesak untuk mengembalikan uang itu, pelaku kabur dan nomor teleponnya tak bisa dihubungi.

“Korban kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Purbalingga. Kejadiannya sendiri terjadi pada Februari 2019,” kata Kapolsek Purbalingga AKP Subagyo, Sabtu (6/7/2019).

Ia mengatakan, aksi penipuan itu dilakukan pelaku di rumah temannya di Kelurahan Bojong, Purbalingga. Setelah mendapatkan laporan dari korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku akhir Juni 2019 lalu.

“Atas pelaporan korban, anggota Unit Reskrim kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan berikut barang buktinya setelah keberadaannya diketahui sedang di wilayah Purbalingga,” katanya.

Dari tangan pelaku diamankan satu unit telepon genggam merk Hammer warna putih. Selain itu, diamankan juga satu lembar kuitansi bukti penyerahan uang dari korban.

Sementara itu dari pengakuan pelaku, uang korban sudah habis dipakai untuk berbagai keperluan.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 subsider pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.