MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Ajak Para Duta Besar Panen Melon di Soropadan

0 647

MURIANEWS.COM, Temanggung – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para duta besar negara sahabat untuk panen melon, Kamis (4/7/2019). Tak hanya itu mereka juga diajak keliling sawah dan melihat kerbau membajak sawah.

Ada 12 duta besar yang diajak Ganjar turun ke sawah. Selain itu juga ada 19 peserta diplomatic tour yang ikut serta dalam kegiatan yang digelar di Soropadan Agro Expo 2019 di Temanggung.

Tak hanya melihat aksi bajak sawah secara konvesional dengan kerbau, mereka juga dipameri mesin bajak sawah yang dioperasikan menggunakan remote control.

Beberapa dubes yang ikut serta dalam kegiatan ini yakni Dubes Armenia, Dubes Maroko, Dubes Chili, Dubes Myanmar hingga Dubes Kroasia dan beberapa Dubes lain juga turut berjejal berjalan di lorong stand-stand produk pertanian. Beberapa kali mereka dibuat takjub dengan inovasi-inovasinya.

Bahkan saat diajak singgah di stan Kabupaten Brebes, Dubes Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah nampak takjub.

 

“Beras hitam dan merah ini juga telah kami ekspor ke Australia. Kami juga intens berdiplomasi pertanian, misalnya minggu depan itu Gus Yasin (Wakil Gubernur Jateng) akan ke Australia, saya minta beliau menawarkan agar ekspor beras hitam dan merah ditambah,” kata Ganjar.

Terhadap para duta besar itu Ganjar juga telah menawarkan ekspor beberapa produk itu. Termasuk pada Duta Besar Maroko yang terkesima dengan beras hitam asal Jawa Tengah karena ditanam secara organik.

Soropadan Agro Expo tersebut berlangsung selama empat hari sampai 8 Juli 2019 mendatang. Acara tersebut menurut Ditjen Holtikultura Kementerian Pertanian Suwandi, sukses melambungkan derajat dunia pertanian Jawa Tengah, khususnya karena telah meningkatkan ekspor.

“Setiap tahun Indonesia ini mengekspor sekitar 35 ribu ton sayuran. Dan 10 ribu tonnya berasal dari Jawa Tengah,” katanya.

Kontribusi Jawa Tengah untuk peningkatan ekspor di luar sayuran menurutnya juga masih sangat terbuka, terlebih pada acara tersebut Gubernur Jawa Tengah melaunching aplikasi penjualan hasil pertanian, Agro Jowo.

“Aplikasi ini kan bisa dijangkau sampai internasional karena ada tim yang mengembangkan. Apalagi para petani juga bakal dibantu admin jika melayani pembeli internasional dan juga bakal mendapat pelatihan,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.