MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Jepara Diajak Puasa Medsos 3 Jam Sehari, Mulai Pukul 6-9 Malam

0 424

MURINEWS.com, Jepara – Untuk meningkatkan ikatan emosional antaranggota keluarga di masyarakat, Pemkab Jepara mengajak warga masyarakat untuk mengurangi penggunaan media sosial (medsos). Ajakan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemkab Jepara, Edy Sujatmiko, Kamis (4/7/2019).

Edy Sujatmiko menegaskan, paling sedikit selama 3 jam dalam sehari, masyarakat lebih baik meninggalkan aktivitas yang berkaitan dengan medsos dan televisi. Petang hari sekitar jam 18.00 WIB-21.00 WIB menurutnya menjadi saat yang tepat untuk ‘puasa’ medsos dan TV.

Medsos saat ini memang memberi pengaruh dalam sosial dan budaya masyarakat. Kita seakan dekat, padahal jauh dan sebaliknya seakan jauh padahal dekat. Ada dampak dari kemajuan teknologi informasi yang terjadi saat ini.

“Dari perkembangan teknologi informasi pada saat ini, ada dua hal yang muncul di masyarakat. Di satu sisi informasi bisa diperoleh dengan mudah, namun pada sisi lain kecanduan akan media sosial dan menyebabkan kerenggangan interaksi di dunia nyata. Inilah yang terjadi,” ujar Edy Sujatmiko.

Menurut Edy Sujatmiko, gerakan puasa media sosial dan setop nonton televisi pada jam 18.00 WIB – 21.00 WIB, harus benar-benar menyebar. Dengan demikian, tujuan untuk menguatkan ikatan anak dan orang tua bisa didaparkan.

Pihak orang tua diharapkan bisa menjadi pioneer untuk melaksanakan gerakan ini. Mereka harus bisa memberikan contoh kepada anak-anak mereka.

Selain itu, orang tua adalah pendidik pertama sebelum anak-anak mendapatkan di institusi pendidikan/sekolah.

“Hubungan orang tua dan anak harus dekat. Jika hubungan keduanya renggang, anak bisa bergantung pada media sosial. Padahal, jika tak disaring dan dikendalikan, informasi yang nir- guna bisa terkonsumsi oleh anak secara bebas. Dampaknya juga tidak baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Jepara, Inah Nuroinah mengatakan, peran keluarga vital dalam tumbuh kembang anak. Keluarga dipandang sebagai institusi peletak dasar karakter yang baik.

Dampak buruk medsos dan televise terhadap anak-anak harus dicegah. Jika tak ditanggulangi, anak bisa meniru dan menjadi pelaku kejahatan. Di Jepara sendiri, kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), jumlanya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2018 jumlah kasus ABH di Jepara hanya 8 kejadian. Namun pada tahun 2019 ini, sampai bulan Juni saja sudah ada 11 kasus ABH  di Jepara. Oleh karenanya, orang tua hendaknya proaktif mengambil peran dalam hal ini,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.