Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Kudus Batasi Penggunaan Bungkus Plastik di Lingkungan Kerja

MURIANEWS.com, Kudus – Bupati Kudus HM Tamzil secara resmi menginstruksikan penggunaan kemasan pembungkus makanan yang ramah lingkungan di lingkungan pemerintah. Pasalnya, sampah plastik yang diproduksi keseluruhan masyarakat Kudus dirasa sudah cukup berlebihan.

“Kami instruksikan untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan. Setidaknya dari kami dulu,” ucap Tamzil.

Perlahan, pihaknya juga menginstruksikan pembatasan penggunaan plastik pada lingkungan sekolah dan pemerintah desa. Jika semua berjalan dengan baik, upaya merangkul minimarket untuk membatasi penggunaan plastik juga akan dilakukan.

“Kantong kresek, sedotan, dan bahan pembungkus plasik lain perlahan kami coba kurangi di lingkungan Pemkab,” katanya.

Gerakan kurangi sampah plastik juga diharapkan bisa diterapkan pada pola hidup masyarakat Kudus dan para kolega serta pengusaha di kawasan Kota Kretek. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) diminta melakukan sosialisasi seluruh instansi pemkab, sekolah dan pengelola usaha ritel.

“Jika belanja di swalayan bisa pakai kantong belanja,” jelas Tamzil.

Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Agung Karyanto membenarkan adanya instruksi Bupati Kudus. Instruksi terkait pembatasan penggunaan kemasan air minum, serta pembatasan sedotan dan kantong berbahan plastik sekali pakai.

“Sudah ada imbauan tersebut, kami diminta untuk menyosialisasikannya,” katanya.

Instruksi pembentukan bank sampah di setiap desa dan sekolah juga sudah diserukan. Dengan tujuan prinsip pengurangan sampah (reduce), penggunaan kembali sampah (reuse) dan daur ulang sampah (recycle) tercapai.

“Instruksi bupati sudah kami sosialisasikan ke seluruh jajaran pemkab pekan kemarin, dan selanjutnya sosialisasi ke pengelola ritel,” kata Agung.

Pengelola ritel akan diminta untuk mengurangi stok kantong plastik dan menyediakan kantong berbahan kain yang dapat dibeli konsumen. Sedang untuk membantu masyarakat mendapatkan kantong berbahan kain blaco, pihaknya bekerjasama dengan perusahaan swasta.

“Seperti perusahaan rokok  PT Djarum dan PT Nojorono, serta PT Surya Indah Kertas dan Bank Jateng,” jelas Agung.

Ia menambahkan, tiap harinya, produksi sampah di Kudus yang diangkut ke TPA Tanjungrejo berkisar 120 ton hingga 150 ton. Julah tersebut belum termasuk sampah rumah tangga yang sekitar 35 persennya merupakan sampah plastik.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...