MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nama Calon Siswa Hilang dari Daftar PPDB, Ganjar Langsung Jelaskan ke Wali Murid

0 2.532

MURIANEWS.com, Semarang – Tahapan pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah yang dimulai Senin (1/7/2019) kemarin diwarnai kebingungan siswa dan orang tuanya. Banyak di antara mereka yang bingung ketika nama anaknya tergeser atau hilang dari daftar.

Seperti yang dialami Harina, orangtua siswa dari Krobokan, Semarang Barat, Kota Semarang. Ia bahkan kemarin langsung mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, karena nama anaknya hilang dari daftar di SMAN 6 Semarang.

Ia menyebut, telah mendaftar dua anaknya di SMAN itu pada pagi hari. Nama anaknya langsung terdaftar. Namun pada siang harinya ia saat ia mengecek, nama kedua anaknya sudah hilang, tak bisa masuk ke SMA yang dituju.

“Ketika saya cek, pergeseran siswa yang diterima cepat sekali berubah. Nama anak saya, Rafa dan Ryo sudah tidak ada. Saya kebingungan. Akhirnya datang ke kantor dinas untuk minta kejelasan,” katanya.

Kebetulan saat itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tengah melakukan pemantauan pelaksanaan PPDB di Kantor Dinas Pendidikan. Ganjar dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri pun langsung turun tangan mengatasi kebingungan wali siswa ini.

Ganjar memberikan solusi dan penjelasan. Menurut dia, jika zonasi tergeser, ada solusi lain untuk mengejar celah, misalnya dengan jalur prestasi. Kalau tidak diterima di jalur itu, SMA swasta menjadi solusi.

Harina menyebut, nilai UN anak pertamanya, Rafa lebih rendah ketimbang anak keduanya, Ryo. Ryo lebih memiliki kesempatan untuk bisa dialihkan ke sekolah lain. Sementara, untuk Rafa, Ganjar menyarankan untuk ke sekolah swasta.

“Memilih sekolah favorit memang harapan, tetapi sistem zonasi ini Pak Ganjar sudah memberikan solusi dengan jalur lain, memberi peluang dan potensi yang bisa kami lakukan,” ujar Harina.

Tak hanya Harina, orang tua dari Hayuning Najwa warga Palebon, Pedurungan juga mengeluh kepada Ganjar. Dengan nilai UN di atas 30, ia khawatir tidak bisa masuk ke SMAN 2.

Ganjar pun menanggapinya dengan gurauan agar orangtua siswa itu tidak emosi dan kebingungan. Ganjar juga menceritakan, jika dahulu ada salah satu siswa dari Jawa Tengah sekolah di SMA swasta, sekarang menjadi gubernur. Bahkan, Ganjar juga menyebutkan, di kecamatan siswa tersebut saat itu belum ada SMA. Ia pun sekolah di luar kecamatan dan hari ini siswa itu menjadi gubernur.

Sementara itu, Ganjar juga meminta para admin PPDB Online ketika menerima keluhan, langsung membuat simulasi. Jika tidak masuk zonasi ada pilihan lain, jalur prestasi dalam zonasi, atau prestasi di luar zonasi. Ketika semua tidak masuk, bisa ke swasta.

”Semuanya tidak ada yang tidak bisa. Mungkin urutan ini yang belum bisa terbaca masyarakat. Lakukan pola simulasi, cara melayaninya ditanya, nomermu piro, nilainya berapa. Inilah kelebihan PPDB sistem zonasi di Jateng seperti ini,” tandasnya.

Pelaksanaan PPDB Selasa (2/7/2019) hari ini memasuki hari kedua. Pemerintah meminta calon pendaftar tak perlu adu cepat. Karena adu cepat hanya berlaku untuk menentukan kursi terakhir dari daya tampung sekolah jika ada dua pendaftar dari wilayah yang sama.

Proses pendaftaran online ini akan berlangsung hingga 5 Juli 2019. Tahapan berikutnya yakni pengumuman pada 9 Juli 2019 selambatnya pukul 23.55 WIB. Pengumuman akan dilakukan secara online.

Siswa yang lolos masuk harus melakukan pendaftaran ulang di sekolah pada 10-11 Juli 2019. Dan hari pertama masuk sekolah pada 15 Juli 2019.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.