Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Ayam Potong Hancur di Peternak, Melonjak di Pasaran

0 995

MURIANEWS.com, Pati – Harga ayam potong di tingkat peternak mengalami penurunan drastis. Bahkan per kilogram hanya Rp 10 ribu. Padahal, harga di pasaran masih berkisar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Puri Baru, Waginah mengatakan, harga ayam di pasaran masih relatif stabil. Bahkan untuk hari ini, harganya naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Kalau sepekan lalu, harganya Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu. Tapi sekarang naik lagi,” katanya, Senin (1/7/2019).

Dia juga menjelaskan, di tingkat pengepul, dirinya mengambil ayam potong dengan harga Rp 16 ribu per ekor. Hitungannya, satu ekor ayam beratnya tidak sampai satu kilogram, hanya sekitar 7,3 ons.

Hal itu lantaran sayap dan bagian ekor ayam tidak dihitung, atau dibuang. Sehingga hitungannya menjadi berkurang.

Ketika ditanya terkait penurunan harga di tingkat peternak, dirinya mengaku mengetahui hal tersebut. Hanya saja, jika harganya disesuaikan atau selisih sedikit dengan harga dari peternak, maka penjual di pasaran tidak mendapatkan untung.

“Pedagang di pasar itu kan ngambilnya dari pengepul, jarang yang dari peternak langsung. Harga dari pengepul saja sudah Rp 16 ribu. Kan tidak mungkin kalau penjualan kita sesuaikan dengan harga dari peternak,” ujarnya.

Baca: Harga Ayam Terpuruk, Peternak di Pati Kalang Kabut

Sementara itu, Sarwi, salah satu peternak ayam pedaging di Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo mengatakan, anjloknya harga ayam pedaging saat ini merupakan terparah yang pernah dirasakannya.

“Normalnya seharusnya Rp 18,5 ribu perkilogram itu sudah dapat untung baik pedagang, peternak, maupun mitra. Namun sekarang ini bisa sampai Rp 10 ribu bahkan sempat Rp 7 ribu perkilo. Rugi hampir Rp 10 ribu tiap kilonya,” terangnya.

Dia menambahkan, sekitar empat tahun lalu diakuinya harga pernah jatuh di kisaran Rp 12 ribu. Tapi sekarang ini justru lebih rendah lagi. Sehingga kerugian yang dirasakannya pun jauh lebih tinggi.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.