Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Laporan Langsung dari Jakarta

Ketua FKMK: Halalbihalal Jadi Sarana Komunikasi Masyarakat Kudus di Jakarta dengan Pemkab

MURIANEWS.com, Jakarta – Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) mengatakan acara halalbihalal yang rutin digelar dua tahun sekali saat ini menjadi ajang komunikasi masyarakat Kudus yang ada di Jakarta dan sekitarnya dengan Pemkab Kudus.

Pernyataan tersebut diungkapkan Eris saat memberikan sambutan di acara halalbihalal FKMK di Bandar Udara Khusus Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (30/6/2019).

“Tujuan acara ini adalah sebagai wahana kami untuk berkomunikasi, silahturahmi antar masyarakat Kudus yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk dengan pemkab,” kata mantan Sekjen Kemenhan itu

Ia mengatakan, acara halalbihalal merupakan bagian program dari FKMK. Forum komunikasi yang dibentuk sejak tahun 1990-an itu, sudah melakukan berbagai macam kegiatan. Tentunya hal ini menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah Kabupaten Kudus.

“Beberapa kegiatan yang pemerintah Kudus di Jakarta juga kami suport. Seperti kegiatan di TMII tahun lalu dan juga kegiatan yang baru terlaksana menjelang Lebaran, yakni mudik gratis. Mudik gratis berlaku bagi warga Kudus yang ada Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, FKMK juga memiliki komunikasi dengan berbagai paguyuban warga Kudus yang ada di Jakarta. Dalam hal ini, FKMK menyalurkan komunikasi berbagai paguyuban di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat memajukan Kabupaten Kudus secara bersama-sama.

“Kami melakukan berbagai komunikasi dan menyampaikan saran ataupun keluhan yang disampaikan berbagai macam paguyuban. Kami ini tidak eksklusif. Semua ini untuk memajukan Kabupaten Kudus,” katanya.

Apalagi, Kudus memiliki banyak budaya. Mulai dari, pakaian adat Kudus, kemudian makanan khas Kudus, hingga tradisi yang ada di Kudus.

“Pakaian adat Kudus seperti yang kita kenakan ini. (Pakaian) ini akan kami kenakan setiap ada kegiatan. Lalu budaya lain seperti makanan. Di Kudus banyak makanan khas, serta ada tradisi buka luwur dengan membagi-bagikan makanan khas yang dibungkus dengan daun jati. Kami akan mengenalkan itu semua dan tetap menjaga tradisi,” ungkapnya.

Selain itu juga di Kudus, ada Gusjigang. Gusjigang adalah singkatan dari bagus, ngaji, dan dagang. Hal ini terbukti untuk pedagang banyak industri besar yang ada di Kudus. Seperti PR Sukun, PT Djarum, dan lainnya.

“Ini potensi Kudus yang bisa digunakan untuk berdagang. Oleh karenannya, mari kita tonjolkan dan lestarikan. Sehingga menjadikan Kudus menjadi kota yang maju, modern, dan ini religius,” pungkasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...