Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Peringatan Harganas, Gubernur dan 35 Kepala Daerah Teken Deklarasi Pencegahan Perkawinan Anak

0 74

MURIANEWS.com, Grobogan – Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI tingkat Jateng yang digelar di Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Sabtu (29/6/2019). Acara yang dirangkai pula dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ini juga dihadiri anggota DPR RI Imam Suroso, pejabat dari BKKBN serta 35 kepala daerah se-Jawa Tengah dan Ketua TP PKK Jateng Atiqoh Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, dilakukan acara penandatanganan deklarasi komitmen pencegahan perkawinan anak. Penandatanganan diawali oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni dan dilanjutkan kepala daerah lainnya. Terakhir, tandatangan deklarasi dibubuhkan oleh Ganjar Pranowo.

Selain itu, dilangsungkan pula deklarasi anak, dan penyerahan beragam bantuan pada belasan orang. Antara lain, bantuan peralatan sekolah, modal usaha, rehab rumah tidak layak huni serta peralatan bagi penyandang disabilitas.

Gubernur Ganjar Pranowo menghadiri puncak acara peringatan HAN dan Harganas XXVI tingkat Jateng yang dilangsungkan di Alun-Alun Purwodadi, Grobogan, Sabtu (29/6/2019)

Sebelum menyerahkan bantuan, Ganjar sempat bernyanyi bersama anak-anak PAUD dan tanya jawab singkat dengan siswa SD dan SMP yang dihadirkan dalam peringatan Harganas dan HAN tersebut.

Ganjar menyatakan, larangan pernikahan anak ini perlu disosialisasikan. Dia meminta semua kepala daerah agar tidak hanya sepakat menolak pernikahan anak saja. Namun mereka juga diminta ikut menyosialisasikannya terus-menerus sehingga jangan sampai ada pernikahan anak.

Dia meminta agar hal-hal yang mengancam anak, termasuk pekerja anak, tidak ada lagi di Jawa Tengah. Oleh sebab itu, orang tua hingga negara harus serius mengurusi anak. Disamping itu keluarga dinilai juga punya peran penting supaya anak bisa tumbuh dengan baik.

Ia menegaskan, peringatan Harganas merupakan ajang untuk menggelorakan dan menyosialisasikan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera. Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

“Keluarga sebagai soko guru bangsa, keluarga sebagai wadah utama dan pertama dalam membina anak-anak. Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi,” katanya.

Sebelum puncak acara, dalam penyelenggaraan rangkaian Harganas XXVI ini, telah dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan. Diantaranya, seminar mengenai kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga. Kemudian ada acara roadshow mobil unit penerangan menuju Desa Suwatu, Kecamatan Gabus dilanjutkan sosialiasi pendewasaan usia perkawinan anak dan pelayanan KB keluarga miskin. Selanjutnya, ada acara festival permainan tradisional, pameran UPPKS, dan pentas wayang kulit.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.