MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Blora Bakal Salurkan Bantuan 373 Unit Komputer untuk Madrasah Diniyah

0 19

MURIANEWS.com, Blora – Pemkab Blora akan memberikan bantuan perangkat komputer sebanyak 373 unit kepada madrasah diniyah (Madin). Bantuan komputer ini sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Blora.

Sebelum diserahkan, para penerima bantuan mengikuti sosialisasi di gedung Serba Guna NU. Dalam sosialisasi ini, para penerima bantuan mendapat pengarahan dari Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora M Fatah. Sosialisasi ini juga dirangkai dengan acara penandatanganan pakta integritas 1 dasawarsa Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) berkhidmah untuk madrasah diniyah.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, dengan bantuan komputer nanti diharapkan dapat meningkatkan kinerja para guru disetiap Madrasah Diniyah. Sebab, kebutuhan akan komputer saat ini sangatlah diperlukan dalam mendukung pelaksanaan tugas.

“Guru adalah amanah dan amanah ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk mengabdi kepada masyarakat demi kemaslahatan umat. Terima kasih kepada seluruh guru madrasah diniyah atas dedikasinya bagi pendidikan agama di Kabupaten Blora. Mari bersama majukan Blora,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief juga mengutarakan impiannya agar tiap guru Madin beserta keluarganya bisa memperoleh program jaminan kesehatan. Selain itu, ia juga mengaku sedang memikirkan bagaimana caranya agar guru-guru Madin yang potensial dapat memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana.

“Hal ini penting. Karena untuk dapat melahirkan anak-anak didik yang berkualitas, tentu kita harus menciptakan guru-guru berkualitas terlebih dahulu,” cetusnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kemenag Blora M Fatah meminta kepada seluruh Madin untuk dapat memperbaharui data guru. Sebab, hingga saat ini belum semua guru Madin terdata dalam database Kemenag.

“Ini tentu menjadi kerugian bagi mereka yang belum terdata. Soalnya, hal ini berkaitan dengan penyaluran insentif bagi mereka,” ujarnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.