Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dampak Zonasi, Hanya 1 Siswa dari Desa Tempur Jepara yang Lolos ke SMP Negeri

MURIANEWS.com, Jepara – Dampak zonasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kabupaten Jepara, membuat lulusan SD Negeri Desa Tempur, Keling, Jepara, kesulitan diterima di SMP negeri. Sebagian besar lulusan akhirnya memilih mendaftar di sekolah swasta.

Menurut Junaidi, perangkat Desa Tempur, lokasi Desa Tempur yang berada di kaki Gunung Muria, membuat lulusan SD menghadapi persoalan dengan diterapkannya sistem zonasi. Dengan jarak mencapai kurang lebih 12 KM dari SMP Negeri 1 Keling, peluang calon siswa menjadi tertutup.

Selain itu, dari penjelasan yang diterima oleh masyarakat Desa Tempur mengenai sistem zonasi PPDB SMP, ternyata zonasi Desa Tempur malah justru masuk ke SMP Negeri 2 Donorojo. Padahal jarak ke Donorojo dari Desa Tempur mencapai 20-an KM. Kenyataan ini membuat lulusan SD di Desa Tempur mengalami persoalan.

“Kami juga tidak mengetahui dengan pasti mengapa dalam sistem zonasi ini, Desa Tempur malah masuk ke Donorojo. Padahal jaraknya lebih jauh kalau ke SMP yang ada di Donorojo tersebut,” ujar Junaidi, Rabu (26/6/2019).

Dijelaskan oleh Junaidi, di Desa Tempur dari SD negeri yang ada, tahun ini meluluskan sekitar 30-an murid. Dari jumlah tersebut hanya satu orang saja yang bisa menembus persaingan dan diterima di SMP Negeri 1 Keling.

Itupun karena memiliki prestasi di bidang olah raga Atletik, satu orang ini berhasil menggunakan jalur prestasi, dan diterima.

Sedangkan yang lainnya, karena jarak ke SMP Negeri 2 Donorojo jauh, akhirnya memilih tidak mendaftar ke sana. Masalah transportasi dan letaknya yang jauh, membuat orang tua calon siswa akhirnya memilih sekolah swasta.

“Ada yang akhirnya memilih mendaftar sekolah swasta di Pati, atau ke Jawa Timur. Lainnya sekolah di MTs di Keling atau MTs di Bangsri. Itu informasi yang saya dapatkan dari masyarakat,” tambah Junaidi.

Masyarakat Desa Tempur sebenarnya banyak yang berharap agar anaknya bisa bersekolah di SMP Negeri 1 Keling yang jaraknya relatif lebih dekat. Namun karena kebijakannya masuk ke zonasi di SMP Negeri 2 Donorojo, akhirnya banyak yang kecewa.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...