Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Usia Candi Angin di Gunung Muria Dilacak Ahli dari Balar

MURIANEWS.com, Jepara – Situs purbakala Candi Angin yang berada di Gunung Muria tepatnya di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Keling, Jepara akan diteliti lebih lanjut. Tim Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, akan melakukan kegiatan ekskavasi di kawasan situs ini.

Menurut Heri Priswanto, Pimpinan Proyek Eskavasi Candi Angin dari Balar Yogyakarta kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 22 Juli 2019 mendatang. Selama 20 hari, timnya akan melakukan ekskavasi di situs Candi Angin.

Proyek ini difokuskan untuk berusaha menemukan jejak data karbon di dalam lapisan tanahnya. Sehingga diharapkan bisa diketahui perkiraan usia dari situs tersebut.

Dari data yang ada untuk saat ini, Candi Angin diduga merupakan situs yang dibangun di masa Majapahit akhir. Kemungkinan besar, situs ini dibangun oleh penganut Hindu atau Budha. Pada masa Majapahit ahkir pengaruh Islam mulai muncul di Jawa.

“Bisa saja, orang-orang Budha atau Hindu ini menyingkir ke wilayah Pegunungan Muria ini. Kami dari Balai Arkeologi Yogyakarta berencana melakukan ekskavasi untuk mengetahui tahun pasti pembuatan situs ini,” ujar Heri Priswanto, Rabu (26/6/2019) di Dukuh Duplak.

Secara tidak sengaja, MURIANEWS.com bertemu tim Balar di Dukuh Duplak, Desa, Tempur, Keling, Jepara, Rabu (26/2/2019). Heri Priswanto dan sejumlah koleganya tengah mempersiapkan rencana eskavasi tersebut.

Pihaknya tertarik untuk melakukan penelitian terhadap situs tersebut, karena selama ini memang belum mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Dijelaskan oleh Heri, selama ini situs Candi Angin sudah dilakukan penelitian oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Tengah. Dari penyelidikan yang sudah dilakukan, sempat ditemukan sebuah prasasti dan artefak berupa terakota.

“Prasasti yang ditemukan disimpan di BPCB Jawa Tengah. Nanti akan kami pelajari juga bagaimana isi prasasti tersebut. Kami berharap nantinya bisa mendapatkan data-data yang lebih sahih mengenai keberadaan situs ini,” tambah Heri Priswanto.

Dari simpulan awal, situs Candi Angin memiliki kemiripan dengan situs-situs candi yang ada di Jawa Timur, khususnya di daerah Gunung Pananggungan. Di situs Candi Angin, ada 3 situs yang diduga memiliki hubungan satu dengan lainnya. Situs tersebut adalah Candi Aso, Candi Bubrah dan Candi Angin itu sendiri.

Pada kesempatan yang sama, Junaidi salah satu perangkat Desa Tempur menyatakan masyarakat Desa Tempur menyambut baik rencana ini. Candi Angin merupakan salah satu khasanah budaya yang selama ini hidup di masyarakat Tempur. Dengan adanya penjelasan yang benar, pihaknya berharap masyarakat bisa lebih memperhatikan peninggalan budaya ini.

Pemerintah Kabupaten Jepara juga ditunggu untuk bisa segera memberi sentuhan terhadap keberadaan situs ini. Beberapa waktu lalu, Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi juga sudah datang dan meninjau langsung situs ini. Saat itu, Dian Kristiandi juga menyampaikan rencana-rencana pengembangan situs ini, dan sampai saat ini masih ditunggu realisasinya.

“Tentu saja kami berharap, peninggalan sejarah budaya tersebut bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Manfaat apapun yang nantinya bisa kami dapatkan, mudah-mudahan bisa segera kami nikmati,” ujarnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...