Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Catatan Bawaslu Pati Usai Pilpres dan Pileg, Banyak Pengawas Tak Paham Regulasi

0 86

MURIANEWS.com, Pati – Meski pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) telah usai, tetapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati masih mempunyai sederetan catatan. Hal itu diketahui dalam rapat koordinasi evaluasi internal dengan panitia pengawas pemilu kecamatan se-kabupaten Pati, di Hotel Safin (26/6/2019).

Komisioner Bawaslu Pati Achwan mengatakan, catatan pertama adalah soal regulasi. Masih banyak pengawas tingkat kecamatan maupun TPS yang belum paham betul terkait regulasi pemilu. Padahal, regulasi itu adalah sangat penting.

“Pemahaman terhadap regulasi merupakan kebutuhan mendasar bagi pengawas, agar dapat melakukan pengawasan secara maksimal sesuai peraturan perundang-undangan. Regulasi selain sebagai kitab sucinya pengawas juga merupakan alat untuk mencegah, mengawasi, menindak, dan menyelesaikan sengketa Pemilu,” katanya.

Selain regulasi tentang teknis penyelenggaraan pemilu, pengawas juga harus memahami regulasi penanganan pelanggarannya.

Menurutnya, buta terhadap teknis penyelenggaraan maka pengawas hanya seperti mancan ompong, selalu mengiyakan, membenarkan, dan memaklumi apa yang dilakukan peserta pemilu.

“Buta terhadap regulasi penanganan dapat berujung protes bahkan menuntut balik terhadap apa yang telah dikerjakan,” ujarnya.

Achwan menyebut masih ada beberapa evaluasi pengawasan karena keterbatasan dari sisi jumlah SDM. Karena jumlah pengawas pemuli tingkat desa atau kecamatan tidak sebanding dengan jumlah PPS.

Selain itu juga panitia pengawas yang tidak didukung dengan personel sekretariat, maka dituntut untuk bisa melakukan pengawasan secara cerdas.

Selain itu, dalam kampanye, beberapa evaluasi terhadap pengawasan kampanye juga ada. Seperti banyaknya kampanye terselubung yang dilakukan Peserta Pemilu.

“Kampanye terselubung yang kita maksudkan adalah pertemuan-pertemuan yang seolah-olah pertemuan biasa seperti pertemuan RT, pengajian dan lain-lain tetapi sebenarnya diselimuti adanya kampanye di dalamnya. Kemudian dalam pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara juga masih banyak beberapa evaluasi juga,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.